Banten

JANGAN SAMPAI NYESEL! 7 Tanda Makanan 'Beracun' di Dapur Anda

Saeful Anwar | 3 Oktober 2025, 15:22 WIB
JANGAN SAMPAI NYESEL! 7 Tanda Makanan 'Beracun' di Dapur Anda

 

AKURAT BANTEN-Makanan adalah sumber energi sekaligus fondasi kesehatan. Namun, tahukah Anda? Di balik kenikmatannya, makanan bisa menjelma menjadi "bom waktu" yang siap menjerumuskan Anda ke rumah sakit.

Ya, kasus keracunan makanan terjadi setiap hari karena satu kesalahan fatal: mengonsumsi makanan yang sejatinya sudah tidak layak.

Waspada! Bakteri, jamur, dan toksin berbahaya seringkali tidak terlihat. Untungnya, makanan yang rusak selalu meninggalkan sinyal peringatan. Kita hanya perlu mengaktifkan semua indra kita.

Inilah 7 "Alarm Senyap" pada makanan yang wajib Anda kenali. Mengabaikan salah satunya sama dengan mempertaruhkan kesehatan Anda!

Baca Juga: TINGGALKAN Panggung Hiburan: 4 Artis Cilik Era 90-an Sukses Jadi Dokter, Ada Eks Trio Kwek Kwek!

1. Tes Aroma: Ketika Bau 'Berkhianat'

Indra penciuman adalah garis pertahanan pertama Anda. Makanan basi hampir selalu mengeluarkan aroma yang menyimpang dari aslinya.

Daging atau Ikan: Jika tercium amis yang sangat kuat, menyengat, atau bahkan seperti amonia, segera buang.

Bau busuk ini adalah hasil dari pembusukan protein.

Susu dan Produk Olahan: Bau asam atau kecut yang kuat menandakan telah terjadi fermentasi berlebihan oleh bakteri, mengubah laktosa menjadi asam laktat.

Prinsip Emas: Jika Anda harus 'berpikir dua kali' tentang baunya, jangan dimakan!

Baca Juga: Lirik Lagu Alamak Rizky Febian x Adrian Khalif Viral di TikTok Bikin Netizen Baper Berat

2. Perubahan Visual: Warna yang Memudar dan Titik Mencurigakan

 

Perhatikan warna dan tampilan. Makanan segar akan memiliki warna cerah dan alami, sementara makanan rusak menunjukkan 'tanda sakit'.

Sayuran: Daun yang seharusnya hijau cerah mulai menguning, layu, atau muncul bintik-bintik hitam yang berlendir.

Daging: Perubahan warna menjadi keabu-abuan, pucat, atau kehijauan adalah sinyal bahaya.

Kehadiran Jamur: Titik-titik berbulu halus (putih, hijau, hitam) adalah tanda kerusakan mikrobiologis yang paling jelas.

Jangan hanya membuang bagian yang berjamur, karena akarnya sudah menyebar ke seluruh makanan.

Baca Juga: Pernah Sebut Jokowi Bodoh Bibit Waluyo Kini Diganjar Jenderal Kehormatan Oleh Presiden Prabowo

3. Tekstur Tak Wajar: Lendir, Lengket, dan Berair

Sentuh makanan Anda! Tekstur yang berubah sering menjadi indikator terkuat setelah bau.

Daging/Ikan: Terasa lengket atau berlendir saat disentuh.

Nasi atau Roti: Roti yang sudah berjamur atau basi akan terasa lembek dan berair. Nasi yang basi cenderung menggumpal dan lengket.

Lendir pada masakan kuah menandakan aktivitas bakteri yang masif.

Produk Susu (Yogurt/Keju): Adanya pemisahan zat (cairan dan padatan terpisah secara ekstrem) diiringi bau tak sedap adalah pertanda harus dibuang.

Baca Juga: Golkar Kabupaten Tangerang Pastikan Musda Digelar Kondusif

4. Waspada Kemasan 'Menggembung'

Perhatikan makanan kaleng atau kemasan vakum. Jika permukaan kaleng menggembung, penyok parah, atau bocor, JANGAN PERNAH DIBUKA APALAGI DIMAKAN!

Pembengkakan ini disebabkan oleh gas yang dihasilkan bakteri berbahaya (seperti Clostridium botulinum), yang dapat menyebabkan keracunan mematikan.

 

5. Indera Pengecap: Jangan Jadikan Lidah Anda 'Laboratorium'!

Meskipun terlihat normal, rasa bisa menjadi penentu terakhir. Jika makanan terasa asam, pahit, getir, atau aneh di lidah, segera ludahkan dan jangan lanjutkan.

Lidah Anda adalah alarm alami yang mencoba melindungi tubuh dari toksin yang mungkin tidak terdeteksi oleh mata atau hidung.

Baca Juga: Kapal TNI AL Mengamuk di Teluk Jakarta Presiden Prabowo Justru Tersenyum Ada Apa?

6. Lupakan Tanggal "Best Before" dan Fokus ke "Use By Date"

Penting untuk membedakan dua istilah pada kemasan:

Best Before (Baik Sebelum): Menunjukkan batas waktu kualitas makanan terbaik.

Setelah tanggal ini, makanan mungkin masih aman dikonsumsi, tetapi rasa atau teksturnya akan menurun.

Use By Date (Gunakan Sebelum/Kedaluwarsa): Ini adalah batas keamanan.

Setelah tanggal ini, risiko pertumbuhan mikroba berbahaya sangat tinggi, bahkan jika makanan terlihat baik. Lebih baik jangan ambil risiko!

Baca Juga: Vonis 5 Tahun untuk Dokter Kandungan Garut, Majelis Hakim Sebut Ada Hukuman Sosial

7. Suhu Penyimpanan yang Salah = Sarang Kuman

Zona Bahaya Suhu adalah antara 5∘C dan 60∘C. Makanan yang dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama (lebih dari 2 jam) memberikan kesempatan emas bagi bakteri untuk berkembang biak.

Kunci Pencegahan:

Pisahkan: Selalu pisahkan makanan mentah (daging, unggas, ikan) dari makanan matang.

Dinginkan Segera: Simpan makanan yang mudah basi di kulkas (≤4∘C) secepatnya.

Cuci Bersih: Cuci tangan dan semua peralatan masak (termasuk talenan) sebelum dan sesudah mengolah makanan.

Masak Sempurna: Pastikan daging dan unggas dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh semua patogen.

Baca Juga: Perkelahian Brutal di Kafe Kemayoran, Satu Remaja Tewas Usai Diserang Senjata Tajam

Investasi Kesehatan Dimulai dari Piring Anda

Pada akhirnya, menjaga kewaspadaan terhadap kualitas makanan adalah bentuk investasi kesehatan yang tak ternilai harganya.

Jangan pernah merasa sayang untuk membuang makanan yang dirasa meragukan.

Ingat: Mengorbankan sedikit makanan jauh lebih baik daripada harus membayar mahal dengan keracunan, diare parah, atau bahkan opname di rumah sakit.

Dengarkan keenam indra Anda dan jadilah penjaga gerbang bagi kesehatan tubuh Anda sendiri!(**) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman