'Nyawa Dibayar Nyawa!' Ashanty Meledak, Tak Terima Ibu Tiri di Sukabumi Hanya Dihukum Penjara: 'Harus Rasakan Hal yang Sama!'

AKURAT BANTEN – Gelombang amarah publik atas kasus kematian tragis NS (12), bocah malang asal Jampang Kulon, Sukabumi, rupanya sampai ke telinga penyanyi papan atas,
Ashanty. Ibu empat anak ini tak mampu menyembunyikan kegeramannya setelah melihat detil kekejian yang diduga dilakukan oleh ibu tiri korban.
Bagi Ashanty, jeruji besi dirasa tidak cukup untuk menebus penderitaan luar biasa yang dialami sang bocah sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Reaksi Keras Ashanty: "Jangan Nekat Jadi Ibu!"
Melalui unggahan dan pernyataan emosionalnya, istri Anang Hermansyah ini tampak sangat terpukul.
Sebagai sosok yang juga menjadi "ibu sambung" bagi Aurel dan Azriel, Ashanty merasa kasus ini telah mencoreng nilai kemanusiaan dan peran seorang ibu.
"Penjara saja nggak cukup! Dia harus rasakan hal yang sama seperti yang dirasakan anak itu," tegas Ashanty dengan nada bicara yang meledak-ledak.
Ashanty juga memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang memutuskan untuk menikah lagi namun belum siap mental.
"Kalau belum siap jadi ibu, jangan pernah nekat punya anak atau jadi ibu sambung. Dampaknya nyawa anak taruhannya! Ini biadab!" tambahnya.
Baca Juga: Bukannya Menangis, Ibu Tiri Nizam Malah Tantang Netizen Kirim Uang Wakaf: Sok Pahlawan Kesiangan!
Kronologi yang Mengiris Hati: Antara 'Panas Dalam' dan Air Mendidih
Kasus ini bermula saat NS dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kulitnya melepuh parah, bibirnya pecah, dan napasnya tersengal. Sang ibu tiri, TR, awalnya berdalih bahwa NS hanya menderita "panas dalam" yang parah.
Namun, fakta berbicara lain. Sebelum ajal menjemput, bocah kelas 6 SD ini sempat membisikkan pengakuan yang menyayat hati kepada ayahnya, Anwar Satibi.
Baca Juga: Kapolri Dikepung ‘Deadline’! Komisi III DPR Beri Waktu 1 Bulan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah
Pengakuan Korban: NS mengaku dipaksa meminum air mendidih
Temuan Medis: Luka bakar tidak hanya di area mulut, tapi menjalar hingga ke punggung dan organ dalam.
Alibi Pelaku: Hingga saat ini, TR masih bersikeras bahwa luka tersebut muncul secara alami karena penyakit.
Baca Juga: Tragedi Lubang Maut Banten: Rakyat Kecil Dipenjara, Pejabat DPUPR Kapan Dimintai Pertanggungjawaban?
Publik Menuntut Keadilan Maksimal
Kini, desakan agar pelaku dihukum seberat-beratnya tidak hanya datang dari Ashanty, tetapi juga dari ribuan netizen yang membanjiri kolom komentar berita terkait.
Banyak yang setuju dengan pernyataan Ashanty bahwa hukuman kurungan biasa tidak sebanding dengan trauma dan nyawa yang hilang.
Pihak kepolisian Sukabumi sendiri telah melakukan ekshumasi (pembongkaran makam) dan otopsi untuk membuktikan penyebab pasti kematian NS.
Sebanyak 16 saksi telah diperiksa, dan publik kini menanti status tersangka bagi TR (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









