Banten

Belum Banyak Yang Tahu, Mengapa Burung Beo Bisa Bicara Menirukan Manusia ? Ini Penjelasannya

Saeful Anwar | 17 Desember 2023, 13:25 WIB
Belum Banyak Yang Tahu, Mengapa Burung Beo Bisa Bicara Menirukan Manusia ? Ini Penjelasannya

AKURAT BANTEN – Burung Beo, mamiang, atau tiong emas (Gracula) adalah sejenis burung anggota suku Sturnidae (jalak dan kerabatnya). Wilayah persebaran alaminya adalah mulai dari Sri Lanka, India, Himalaya, Asia Tenggara.

Melansir dari laman suara.com, burung ini dapat ditemukan di dataran rendah hingga dataran tinggi lebih dari 2000 m. Karena kemampuannya menirukan bahasa manusia, burung ini menjadi hewan peliharaan populer.

Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia salah kaprah tentang burung beo karena burung beo merujuk pada burung bayan, burung betet/parkit dan burung nuri dari ordo Psittaciformes bukan burung beo sebenarnya dari ordo Passeriformes.

Burung Beo dikenal luas oleh masyarakat sebagai burung yang pandai menirukan suara manusia. Hal ini bukan karena burung beo memiliki pita suara layaknya manusia, melainkan ia mempunyai anatomi yang diperlukan untuk “berbicara”. Meskipun, sebenarnya tidak seluruh burung beo bisa berbicara.

Berdasarkan keterangan Steve Hartman dari The Parrot University, burung beo termasuk jenis hewan yang perlu untuk mengembangkan bahasa verbal agar dapat berinteraksi satu sama lain. Burung beo akan lebih mudah untuk dapat berbicara, jika sudah dilatih sejak ia masih kecil.

Berada di lingkungan dengan orang yang suka untuk berbicara atau mengobrol juga dapat merangsang burung beo untuk banyak bicara. Walaupun, burung beo juga perlu belajar untuk mempelajari bahasa, pada awalnya mereka dapat mencampurkan vokalisasi manusia dengan kosakata burung beo.

Melansir dari Halodoc, burung beo adalah salah satu jenis burung yang gampang bergaul dan senang untuk berinteraksi dengan manusia. Beberapa jenis burung beo yang memiliki kecenderungan mampu menggunakan bahasa seperti manusia diantaranya burung beo abu-abu Afrika, burung beo berkepala kuning ganda, burung beo abu-abu Afrika Timneh, burung nuri bayan, dan burung beo Amazon berkepala kuning.

Burung beo tidak dibekali dengan mulut dan pita suara yang fleksibel, sehingga sebenarnya berlatih meniru ucapan manusia bukanlah hal yang mudah untuknya. Namun, burung beo dilengkapi dengan organ vokal yang dinamakan syrinx.

Organ tersebut mirip seperti laring di bagian atas trakea pada manusia. Lokasi syrinx berada di dada bagian bawah trakea yang dapat membantu untuk menirukan suara manusia. Ketika burung beo mencoba untuk berbicara, suara akan melewati tenggorokan dan mulut, lalu dimanipulasi oleh lidah.

Nah, itulah alasannya burung beo bisa dikenal pandai berbicara. Semoga nuansa ilmu pengetahuan bertambah dan semoga bermanfaat. (**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.