'Kalau Kaya, Bayar Sendiri!' – Kritik Menohok Cinta Laura Soal Skandal 'Salah Sasaran' Beasiswa LPDP

AKURAT BANTEN – Isu ketimpangan penyaluran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali memanas.
Kali ini, giliran aktris sekaligus aktivis pendidikan, Cinta Laura Kiehl, yang melontarkan kritik tajam.
Dengan nada bicara yang lugas, Cinta menyoroti fenomena anak-anak orang kaya yang masih "mengantre" jatah beasiswa negara, sementara banyak anak jenius di pelosok negeri terganjal biaya.
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Dalam sebuah diskusi, lulusan cum laude dari Columbia University ini mengaku geram saat mengetahui ada koleganya yang secara finansial sangat mampu, namun tetap menggunakan dana LPDP untuk kuliah ke luar negeri.
Baca Juga: Viral! Aksi Kejam Pencuri di Bogor: Kambing Dijagal di Lokasi, Hanya Sisakan Jeroan dalam Karung
1. Sindiran Keras: "Let Them Pay Themselves"
Cinta Laura tidak menampik bahwa penerima beasiswa tersebut mungkin memang pintar secara akademis.
Namun, menurutnya, kecerdasan tanpa urgensi finansial seharusnya tidak menjadi beban negara.
"Kalau orang-orang yang sudah kaya dan memang pintar, let them pay themselves (biarkan mereka bayar sendiri).
Berikan beasiswa itu kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," tegas Cinta.
Ia menyayangkan sistem seleksi yang dianggapnya masih memiliki celah, sehingga dana yang berasal dari pajak rakyat justru mengalir ke kantong mereka yang sebenarnya sanggup membayar biaya kuliah seharga miliaran rupiah dengan sekali "kedip".
Baca Juga: Misteri Kematian NS di Sukabumi: Tubuh Penuh Luka Bakar, Isak Tangis Ibu Kandung Tuntut Keadilan
2. Rahasia di Balik Alasan Cinta Laura Tak Pernah Daftar Beasiswa
Meski memiliki rekam jejak akademis yang luar biasa, Cinta Laura mengaku tak pernah sekalipun mencoba mendaftar beasiswa saat menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Alasannya sangat menyentuh dan patut menjadi teladan bagi kaum jetset lainnya.
Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan slot tersebut kepada anak bangsa yang lebih membutuhkan.
"Aku tahu keluargaku mampu. Kalau aku ambil jatah itu, artinya aku menutup peluang satu anak pintar di luar sana yang mungkin itu adalah satu-satunya tiket mereka untuk mengubah nasib," tambahnya.
3. Fenomena Brain Drain: Sudah Dibiayai, Tapi Enggan Pulang
Tak hanya soal salah sasaran, Cinta juga menyentil etika para penerima beasiswa yang memilih menetap di luar negeri setelah lulus. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk "ego yang tinggi".
Baginya, menggunakan uang negara untuk sekolah di luar negeri adalah sebuah kontrak moral untuk membangun tanah air. Jika setelah lulus mereka justru enggan pulang dengan alasan kenyamanan pribadi, Cinta menyebutnya sebagai fenomena brain drain yang merugikan Indonesia secara jangka panjang.
4. Tantangan untuk Sistem LPDP
Kritik Cinta Laura ini seakan menjadi pengingat bagi pengelola LPDP untuk memperketat verifikasi latar belakang ekonomi calon penerima.
Publik pun mulai bersuara di media sosial, menuntut transparansi agar beasiswa ini benar-benar menjadi "eskalator sosial" bagi mereka yang kurang beruntung, bukan sekadar "fasilitas tambahan" bagi kaum elit (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










