Banten

Kenali Penyakit TBC yang Sedang Tinggi di Indonesia, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Saiful Anwar | 3 Mei 2024, 13:31 WIB
Kenali Penyakit TBC yang Sedang Tinggi di Indonesia, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

AKURAT BANTEN - Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang sedang tinggi di Indonesia. Pasalnya Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus TBC.

TBC merupakan penyakit pernapasan yang biasanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterlum dan paling sering menyerang paru-paru. Maskipun bisa dicegah, angka kematian karena TBC bisa mencapai 1,5 juta jiwa per tahun.

Lantas, apa yang menjadi penyebab dan bagaimana mengatasi penyakit TBC? Simak ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Catat! Ini Kebiasaan Buruk yang Membuat Sulit Berkembang di Lingkungan Kerja, Wajib Dihindari

Penyebab TBC

Penyakit TBC dapat disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menular malalui semburan air liur ketika pengidapnya batuk, bersin, bicara dan tertawa atau bernyanyi.

JIka dilihat dari penularannya, TBC mirip dengan flu atau pilek. Perbedaannya adalah TBC dapat menular jika seseorang kontak dekat dengan pengidap TBC dalam waktu yang lama.

Selain itu juga, tidak semua pengidap dapat menularkan TBC ke orang lain. Contohnya adalah anak-anak yang terkena TBC, mereka tidak bisa menularkannya ke anak lain maupun orang dewasa.

Baca Juga: Catat! Ini Deretan Drama Korea Terbaru yang Rilis Mei 2024, Genre Romantis hingga Komedi

Cara Mengatasi TBC

Untuk mengatasi penyakit TBC dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat yang sesuai dengan dosis dan anjuran dokter. Jenis obat yang diresepkan untuk mengatasi TBC antara lain rifamipin dan ethambutol.

TBC dapat dicegah dengan vaksin BCG Pemberian vaksin ini disarankan sebelum bayi berusia 2 bulan. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan memakai masker saat berada di tempat ramai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.