Bahaya Duduk Sepanjang Hari, Bisa Tingkatkan Risiko Kematian!

AKURAT BANTEN - Terlalu lama duduk ternyata dapat mengganggu kesehatan tubuh. Sejak tahun 1950, jumlah pekerjaan yang mengharuskan duduk terlalu lama meningkat sebesar 83 persen.
sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association menemukan bukti lebih lanjut bahwa duduk berjam-jam tanpa istirahat untuk berdiri dan bergerak dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan semua penyebab kematian yang lebih besar. Bahkan, bagi mereka yang melakukan aktivitas jantung seperti berolahraga.
Melansir dari berbagai sumber, berikut bahaya duduk sepanjang hari.
Baca Juga: Mengenal Kehidupan RA Kartini yang Patut Diteladani bagi Perempuan di Indonesia!
Bahaya Duduk Sepanjang Hari
Berat badan naik
Bahaya duduk sepanjang hari yang pertama adalah dapat menambah berat badan. Saat duduk terlalu lama dapat menyebabkan lambatnya metabolisme dan mengurangi jumlah kalori yang terbakar.
Diabetes
Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena dapat menyebabkan resistensi insulin.
Menurut American Diabetes Association (ADA), seseorang dapat mengimbangi peningkatan risiko diabetes dengan bergerak secara berkala sepanjang hari.
Depresi
Bahaya duduk sepanjang hari selanjutnya adalah dapat menyebabkan depresi, stres, dan kecemasan.
Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Research and Public Health mengamati bagaimana tingkat depresi bertepatan dengan peningkatan frekuensi duduk selama lockdown akibat COVID-19.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa peserta yang memenuhi Pedoman Aktivitas Fisik AS (didefinisikan sebagai aktivitas fisik sedang hingga berat selama 2,5-5 jam setiap minggu) sebelum pandemi, mengurangi aktivitas fisik mereka rata-rata sebesar 32 persen selama lockdown. Peserta penelitian tersebut melaporkan merasa lebih tertekan, cemas, dan kesepian selama waktu tersebut.
Baca Juga: Lebih Produktif! Ini Tips Memulai Kebiasaan Hidup Teratur setelah Libur Panjang
Meningkatkan risiko kematian
Bahaya duduk sepanjang hari selanjutnya adalah dapat meningkatkan risiko kematian.
Penulis penelitian menganalisis data dan perilaku 6.489 wanita berusia 60 hingga 90 tahun dari Women's Health Initiative Objective Physical Activity and Cardiovascular Health (OPACH) Study, menggunakan algoritma baru untuk memeriksa total waktu duduk dan durasi setiap periode duduk.
Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang tidak bergerak selama 11,7 jam atau lebih per hari menghadapi risiko kematian 30% lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 2Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 3Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 6Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 7Infrastruktur IT Badan Gizi Nasional Lumpuh, Sinkronisasi Data MBG di Lapangan Kacau
- 8Buntut OTT Kepala BPN, Warga Tanah Tinggi Buka Suara Soal Dugaan Pungli PTSL Rp27,5 Juta
- 9Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 10Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan








