Bulan Suro dalam Perspektif Jawa Kuno: Antara Filosofi dan Spiritualitas Leluhur

Akurat Banten - Bulan Suro, bulan pertama dalam penanggalan Jawa, dipandang sebagai masa yang sarat makna spiritual dan penuh kehati-hatian dalam tradisi masyarakat Jawa kuno.
Dalam pandangan leluhur, Suro bukan sekadar pergantian waktu, tetapi juga momentum untuk introspeksi diri dan mendekatkan diri pada kekuatan Ilahi.
Tradisi Jawa kuno meyakini bahwa Bulan Suro merupakan saat di mana alam gaib dan dunia manusia menjadi lebih dekat, sehingga berbagai laku spiritual dilakukan untuk menjaga keseimbangan energi.
Beragam ritual seperti tirakat, tapa bisu, hingga nyepi dijalankan oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk pembersihan batin.
Salah satu praktik yang paling dikenal adalah kirab pusaka, di mana benda-benda sakral keraton diarak mengelilingi wilayah tertentu sebagai simbol perlindungan dan keberkahan.
Dalam filosofi Jawa, Suro dianggap sebagai momen “hening” di mana seseorang diajak kembali pada jati diri dan tujuan hidup.
Filosofi “eling lan waspada” atau selalu ingat dan waspada banyak dikaitkan dengan sikap hidup selama bulan ini.
Kepercayaan turun-temurun menyebutkan bahwa mengadakan pesta atau perayaan besar pada Bulan Suro dianggap tidak selaras dengan energi spiritual bulan tersebut.
Sebaliknya, masyarakat Jawa lebih memilih melakukan kegiatan yang bersifat tenang dan mendalam seperti doa bersama dan pengajian.
Bagi sebagian masyarakat modern, nilai-nilai luhur ini tetap dijaga sebagai warisan budaya yang memperkaya kehidupan spiritual.
Baca Juga: Larangan dan Mitos di Bulan Suro: Antara Kepercayaan Lama dan Realita Islam
Meski tidak semua generasi muda memahami secara mendalam makna Bulan Suro, tradisi dan simbolismenya masih tetap hidup dalam berbagai bentuk perayaan budaya dan upacara adat.
Dengan demikian, Bulan Suro menjadi cermin keterhubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas yang diwariskan secara turun-temurun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti




