Banten

GOLOK SULANGKAR Dalam Perjalanan Sejarahnya, Kemudian di Kenal Sebagai Golok Ciomas

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 18 November 2023, 21:20 WIB
GOLOK SULANGKAR Dalam Perjalanan Sejarahnya, Kemudian di Kenal Sebagai Golok Ciomas

AKURAT BANTEN - Dalam kehidupan sehari-hari, golok biasanya banyak dipergunakan pada masyarakat pedesaan sebagai bagian dari peralatan kerja. Dengan demikian, golok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat desa.

Mereka menggunakan golok untuk membantu pekerjaan sehari-hari, terlebih bagi para petani, atau pekebun. Selain sebagai peralatan kerja, golok juga dipergunakan oleh para pesilat sebagai salah satu alat pertahanan diri ataupun sebagai alat penyerang.
Kemahiran dalam menggunakan golok dalam dunia persilatan telah menghasilkan banyak jawara-jawara terkenal dan telah diangkat dalam layar lebar. Selain memiliki fungsi praktis, golok pun dapat menjadi sebuah karya seni.

Hantaman godam untuk melumat besi baja menjadi sebilah golok, dan, disertai dengan ketrampilan pengukir dalam membuat sarung dan gagang, telah menghasilkan sebuah karya seni yang bernilai sangat tinggi. Salah satu di antara karya seni tersebut bernama golok sulangkar. Sebuah maha karya yang bernuansa seni tinggi, ditambah dengan unsur kesakralan, membuat golok sulangkar yang berasal dari daerah Ciomas Kabupaten Serang Provinsi Banten ini banyak diburu oleh para kolektor.

Ciomas merupakan daerah pegunungan. Posisinya berada tepat di kaki Gunung Karang. Seperti ciri khas daerah pegunungan lain, Ciomas berudara segar dan sejuk. Keindahan alam Ciomas dapat dinikmati menuju Kecamatan Ciomas. Golok Sulangkar yang menjadi maskot Kecamatan Ciomas kini telah memiliki sebuah maskot, yaitu golok raksasa yang memiliki panjang sekitar 5 meter.

Dinamakan golok sulangkar, karena, bahan baku yang digunakan terbuat dari jenis besi sulangkar. Jenis besi ini biasa digunakan sebagai injakan kaki, pada kereta delman yang sudah tua. Besi sulangkar dipercaya mengandung banyak manfaat atau tuah bagi pemilik. Di antaranya, gampang disayang, dan, disegani orang lain.
Meskipun dunia luar menyebut dengan nama Golok Ciomas, namun para perajin menyebutnya dengan nama Golok Sulangkar. Sejarah Golok Sulangkar Ciomas dapat ditelusuri, melalui prosa cerita rakyat berbentuk legenda, yang telah dituturkan oleh masyarakat, selama berabad-abad lamanya.

Alkisah. Pada masa kesultanan Banten. Ada salah seorang bayi yang memiliki keganjilan. Dia tidak berhenti menangis. Dan, tidak ada seorangpun yang dapat meredakan tangisannya. Sultan kemudian membuat sebuah sayembara. Barangsiapa yang dapat meredakan tangis bayinya, maka, dia berhak medapatkan hadiah dari sultan, dan, mengasuh bayinya.

Tak lama kemudian. Datang seorang pria bernama Ki Gede dan ditangan beliaulah, bayi sultan itu seketika berhenti menangis. Sultan kemudian mensyahkan Ki Gede sebagai pemenang sayembara, dan, mendapatkan hadiah berupa palu godam, yang kemudian dinamakan Godam Si Denok.

Setelah dewasa, bayi sultan yang diasuh oleh Ki Gede, dikenal dengan nama Ki Cengkuk. Ia adalah orang yang sangat sakti dalam membuat golok. Dan, golok pertama yang dibuat oleh Ki Cengkuk dengan menggunakan godam Si Denok, kemudian, dinamakan Golok Si Rebo. Saat ini, golok tersebut masih tersimpan di rumah Duhari. Ia adalah keturunan Ki Cengkuk. Dan, untuk menghormati jasa Ki Cengkuk, kemudian, dilaksanakan ritual Mulud Golok Ciomas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.