Banten

Rumah Ambruk Diterpa Angin Kencang, Satu Keluarga di Rangkasbitung Huni Gubuk

Elza Hayarana Sahira | 21 Februari 2024, 19:15 WIB
Rumah Ambruk Diterpa Angin Kencang, Satu Keluarga di Rangkasbitung Huni Gubuk

AKURAT BANTEN - Nahas dialami pasangan suami istri Agus Riyadi (42) dan Murnawati (42), warga di Kampung Babakan Anyar, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Mereka terpaksa menetap di ruangan sablon usai rumah yang ditinggalinya ambruk, karena intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang pada, Minggu, (18/2/2024) dini hari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemilik rumah Agus, ambruknya bangunan rumah miliknya selain disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan angin kencang pada malam itu.

Baca Juga: Ruas Jalan Sumur-Taman Jaya dan Cikumpay-Ciparay Akan Segera Dibangun

Bangunan rumah semi permanen yang ditinggalinya bersama istri dan satu orang anak memang usianya sudah cukup tua.

"Saya tinggal di rumah ini sudah cukup lama hampir 30 tahunan. Jadi usia rumah ini sudah cukup tua, bahkan banyak dari bahan material yang telah keropos dan atap rumah yang bocor setiap kali turun hujan," kata Agus pria yang akrab disapa Cimeng pada saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/2/2024).

Dirinya mengungkapkan, bukannya tidak ingin untuk merenovasi rumah tersebut. Akan tetapi, dirinya tidak mempunyai biaya untuk merenovasinya.

Pasalnya, biaya yang dibutuhkan cukup tinggi sedangkan tidak sesuai dengan penghasilan dirinya yang hanya sekedar berprofesi sebagai tukang sablon kaos.

"Saya cuma punya usaha jasa sablon kaos dan penghasilannya pun hanya cukup untuk makan. Sedangkan, tidak setiap hari saya menerima orderan sablon kaos, paling hanya moment moment tertentu," terangnya.

Baca Juga: Suara Jeblok, Timses Caleg Partai NasDem di Lebak Bongkar Bantuan Pos Kamling

Pada saat ditanyakan apa sudah ada dari pihak pemerintah daerah maupun pemerintah desa yang datang dan memberikan bantuan. Agus mengatakan sampai saat ini dirinya belum menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, ataupun kepada para donatur agar dapat memberikan bantuan kepada keluarganya. Sebab, dirinya sudah tidak mampu memperbaikinya.

"Kalau rumah ini tidak dibangun kembali atau direnovasi, kami tidak punya tinggal lagi. Jadi kami berharap dengan sangat kepada pihak terkait agar dapat membantu keluarga kecil kami," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.