Banten

Suku Baduy Dalam Merdeka dari Internet, Tolak Modernisme: Hidup Menyatu dengan Alam!

Mitha Theana | 11 Oktober 2023, 06:45 WIB
Suku Baduy Dalam Merdeka dari Internet, Tolak Modernisme: Hidup Menyatu dengan Alam!

AKURAT BANTEN - Hidup tanpa internet di zaman sekarang rasanya mustahil. Tetapi hal ini terjadi di suku Baduy dalam, Lebak, Banten.   

Masyarakat Baduy dalam menolak layanan jaringan internet dan meminta saluran WiFi dari wilayah mereka dihapus untuk selamanya. 

Kepala Desa Kanekes, Salja mengatakan, penghapusan internet di Baduy dalam itu atas permintaan warga sendiri. 

Baca jugaIndeks Kota Toleran 2022, Cilegon Tempati Posisi Pertama Kota Paling Intoleran di Indonesia

Menurut mereka, internet dan jaringan WiFi merusak budaya mereka.

"Pemutusan internet ini berdasarkan usulan dari barisan Kolot Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar," katanya, Selasa (10/10/2023). 

Dilanjutkan dia, penghapusan jaringan internet di Baduy dalam telah dilakukan sejak Juni 2023. Pengajuan ini lalu disetujui pemerintah. 

Dengan telah diputusnya internet, suku Baduy dalam terlindung dari teknologi dan hidup menyatu dengan alam. 

Meski demikian, hal ini tidak berlaku bagi Baduy luar. Di Baduy luar, penggunaan internet masih diperbolehkan untuk berniaga. 

"Untuk Baduy luar tidak. Kalau di Baduy luar kan banyak yang usaha, jadi internet masih dibutuhkan untuk bisnis online," paparnya.

Baca jugaBentrok Polisi dengan Masyarakat Adat di Batam, Sekolah Ditembaki Gas Air Mata

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Usman Kansong membenarkan pemutusan Internet itu. 

Dikatakan, Kominfo telah secara resmi memutus layanan internet di Indosat Ooredo Hutchison (IOH) di wilayah Baduy dalam. 

"Permintaan pemerintah daerah untuk menghilangkan layanan telekomunikasi seluler di wilayah Desa Ulayat Baduy," ungkapnya. 

Pemutusan internet itu telah dilakukan sejak tengah September 2023.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.