Viral! Video Penyu di Pantai Bandulu Anyer Dibawa Pulang Nelayan, BKSDA Sebut Hoax

AKURAT BANTEN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, wilayah l Serang menyatakan, video nelayan membawa pulang penyu di Pantai Bandulu Anyer hoax.
Kepala Resort Konservasi Wilayah lll Serang, Tuwuh Rahadianto Laban mengatakan, terkait beredarnya isu penyu yang dibawa nelayan usai melaut itu adalah haox.
Dia mengaku, sudah mendatangi lokasi nelayan itu, pada 25 Oktober 2023 siang. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran info yang ramai di media sosial.
Baca juga: Akibat Sex Beresiko! Kasus Monkeypox Bertambah di Indonesia
"Kami sudah mendatangi lokasinya. Ini kami sedang berada di lokasi tempat penyu itu, yang kemarin ramai katanya dibawa nelayan," katanya kepada Akurat Banten, Rabu (25/10/2023).
Berdasarkan informasi warga sekitar, kata pria yang akrab disapa Anto, kejadiannya memang betul bahwa penyu tersebut disimpan terlentang.
Hal itu dilakukan nelayan agar penyu tersebut tidak segera kembali ke laut, sebelum para nelayan rampung mengangkat jaring ikan yang dipasangnya.
"Itu hoax. Kejadiannya tidak seperti itu, jadi nelayan ini bertiga sedang melepas jaring di laut. Nah pas diangkat jaringnya ada penyu tersangkut, akhirnya penyu itu dibawa ke pantai, terus di telentangkan," jelasnya.
Baca juga: Pemkab Serang Dilaporkan Ahli Waris Tanah SDN 4 Anyer ke Polda Banten
"Nah, alasan ditelentangkan itu biar si penyu tidak dulu kembali ke laut, khawatir nanti tersangkut lagi ke jaring nelayan. Jadi, mereka menaruh penyu di tepi pantai sampai kegiatan pengangkatan jaring itu selesai," sambungnya.
Lebih lanjut, Anto menjelaskan, usai jaring ketiga nelayan diangkat, para nelayan pun langsung mengembalikan penyu tersebut ke laut.
"Pas pelepasan juga disaksikan oleh ibu-ibu warung," ucapnya.
Kata Anto, saat ketiga nelayan itu dimintai keterangan, mereka mengaku tidak berani memanfaatkan penyu untuk kebutuh makan ataupun yang lainnya.
Sebab, lanjutnya, membunuh penyu akan membuat petaka di sekitaran pantai, selain itu hawa pantai akan berubah menjadi panas.
"Mereka mempunyai kepercayaan, kalau membawa penyu pulang ke rumah dan memanfaatkan dagingnya, nanti tempat mereka jualan dan mencari nafkah akan terasa panas yang berlebihan dan akan ada ombak besar datang. Itu cerita mereka ke saya," paparnya.
Anto juga menerangkan, keterangan dari nelayan mereka tidak merasa memarahi orang yang akan membalikan dan menyelamatkan penyu tersebut.
Baca juga: Akibat Sex Beresiko! Kasus Monkeypox Bertambah di Indonesia
"Kata mereka gak ada orang datang untuk membalikan penyu, mereka juga mengaku tidak melihat pengunjung datang untuk membalikan penyu," terangnya.
Kata Anto, lokasi penyu dan lokasi yang si pembuat vidio yang viral itu dibatasi oleh sungai yang langsung mengalir ke pantai.
"Posisi orang yang memvideokan itu terhalang sungai, jadi orang yang membuat vidio itu ada di sebrang sungai di pantai karang meong, dan penyu itu ada di pantai pasir putih Bandulu," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 320.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 7Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 8Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth







