BYE MACET! Skytrain Bakal Tembus Tangsel dan Bogor, Jadi Penyelamat Baru Warga Penyangga Jakarta

AKURAT BANTEN – Kabar gembira bagi pejuang subuh yang setiap hari bergelut dengan kemacetan dari arah Tangerang Selatan dan Bogor menuju Jakarta.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini tengah serius mengkaji pembangunan Skytrain atau Kereta Layang sebagai moda transportasi masa depan di wilayah penyangga.
Bukan sekadar kereta biasa, proyek ambisius ini dirancang sebagai feeder (pengumpan) utama yang akan terintegrasi langsung dengan jaringan MRT Jakarta dan LRT Jabodebek.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi radikal untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi massal.
Baca Juga: Siap-Siap! Ini Jadwal Pencairan THR Lebaran 2026: Karyawan Swasta dan ASN Wajib Simak Aturan Terbaru
Mengapa Skytrain? Inilah Alasan di Baliknya
Pemerintah memilih teknologi Skytrain bukan tanpa alasan. Berbeda dengan MRT atau LRT konvensional yang membutuhkan lahan luas, Skytrain memiliki beberapa keunggulan strategis:
Hemat Lahan & Biaya: Konstruksi layang meminimalisir kebutuhan pembebasan lahan yang seringkali menjadi kendala utama proyek infrastruktur.
Teknologi Fleksibel: Selain kereta layang seperti di Bandara Soetta, opsi penggunaan kereta gantung juga sedang dipertimbangkan untuk area yang topografinya sulit atau ketersediaan lahannya sangat terbatas.
Ramah Lingkungan: Dengan tenaga listrik, moda ini membantu mengurangi emisi karbon di kawasan Jabodetabek yang kualitas udaranya kerap memburuk.
Baca Juga: Cilegon Terendam! Tanggul Cibeber Jebol Jadi Biang Kerok, Ribuan Warga Terdampak
Proyek Masuk Tahap Serius (DED)
Wakil Menteri Perhubungan telah mengonfirmasi bahwa rencana ini sedang dalam tahap Detail Engineering Design (DED).
Artinya, pemerintah sedang memetakan jalur-jalur presisi, titik stasiun, hingga perhitungan anggaran agar efisien namun tetap berdampak maksimal bagi mobilitas warga.
"Kita cari yang paling efisien, biayanya tidak terlalu mahal, dan yang terpenting tidak merusak lingkungan," ujar pihak Kemenhub dalam diskusi infrastruktur baru-baru ini.
Baca Juga: Iuran BPJS Mandiri Terasa Berat? Begini Cara Pindah ke PBI Agar Gratis Selamanya!
Menghubungkan Simpul Transportasi yang Terputus
Selama ini, banyak warga Tangsel dan Bogor merasa kesulitan menjangkau stasiun MRT atau LRT karena jarak yang jauh dari pemukiman. Skytrain ini akan hadir mengisi celah tersebut.
Bayangkan jika Anda warga Bogor atau perbatasan Tangsel, kini tidak perlu lagi membawa kendaraan pribadi ke Jakarta.
Cukup naik Skytrain dari dekat rumah, lalu langsung tersambung ke jantung kota Jakarta melalui MRT atau LRT.
Baca Juga: Nasib Nakes PPPK di Ujung Tanduk: Setelah Guru, Kini Giliran Tenaga Kesehatan Diputus Kontrak?
Efek Domino Bagi Ekonomi dan Gaya Hidup
Selain mengurangi stres akibat kemacetan, kehadiran Skytrain diprediksi akan:
- Meningkatkan Nilai Properti: Kawasan yang dilewati jalur Skytrain otomatis akan menjadi incaran pengembang dan pencari hunian.
- Efisiensi Waktu: Warga bisa menghemat waktu tempuh hingga 50-60% dibandingkan terjebak macet di jalan raya atau tol.
- Gaya Hidup Modern: Memperkuat budaya bertransportasi publik yang nyaman, aman, dan tepat waktu.
Rencana pembangunan Skytrain Tangsel-Bogor ini bukan sekadar wacana teknis, melainkan komitmen untuk menciptakan ekosistem transportasi yang terintegrasi di Jabodetabek.
Jika proyek ini terealisasi, wajah transportasi Indonesia akan semakin modern dan warga penyangga bisa bernapas lega dari belenggu kemacetan abadi (**).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







