Banten

Kemendagri Bangga Kota Tangerang Stabil Atasi Program Ketahanan Pangan, Siap Swasembada Pangan di Wilayah Sendiri?

Andi Syafriadi | 4 Juli 2025, 08:08 WIB
Kemendagri Bangga Kota Tangerang Stabil Atasi Program Ketahanan Pangan, Siap Swasembada Pangan di Wilayah Sendiri?

AKURAT BANTEN - Program ketahanan pangan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai langkah konkret pengendalian inflasi.

Melalui gerakan menanam cabai dan penebaran ikan konsumsi di sungai, Kota Tangerang dinilai sigap dan konsisten dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama di tengah dinamika ekonomi nasional.

Baca Juga: Wow! Indonesia Kuasai Puncak Produksi Beras ASEAN: Gebrakan Tanam Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Wali Kota Tangerang Sachrudin, Rabu (3/7/2025), menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah kerja sama seluruh elemen Pemkot.

“Berbagai program telah dan terus dijalankan demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat,” ujarnya.

Program-program tersebut mencakup pasar murah, bazar UMKM, serta operasi pasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bulog, dan BPS.

Pemkot juga aktif melakukan sidak pasar dan distributor untuk mencegah penahanan barang serta memantau harga dan stok kebutuhan pokok.

Langkah lainnya adalah realisasi belanja tak terduga (BTT) untuk bantuan pendidikan, serta subsidi transportasi umum milik Pemkot sebesar Rp2.000, bahkan gratis untuk pelajar.

Pemkot Tangerang juga menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas dan perusahaan beras di Cipinang, Jakarta Timur, guna memastikan pasokan bahan pokok tetap aman.

"Kami akan terus menjaga pasokan dan menstabilkan harga sebagai bentuk keberpihakan pada kepentingan masyarakat," kata Sachrudin.

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir dalam pernyataan daring memuji Kota Tangerang sebagai salah satu dari sembilan daerah yang menunjukkan kinerja maksimal dalam pengendalian inflasi.

Baca Juga: EastJakFest 2025: Festival Pertanian Inovatif di Jantung Jakarta Timur, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan

“Mereka punya rasa tanggung jawab tinggi terhadap kestabilan harga,” tegasnya.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menambahkan bahwa inflasi Kota Tangerang per Juni 2025 tercatat 1,58%, terendah dalam tiga tahun terakhir.

Sebagai perbandingan, inflasi pada semester pertama 2023 dan 2024 masing-masing mencapai 2,98% dan 2,82%.

“Angka ini menjadi bukti bahwa program strategis pengendalian harga dan daya beli masyarakat berjalan efektif,” ujar Ruta.

Baca Juga: Pemerintah Segel Kawasan Perumahan Mewah dan Wisata di Bogor: Upaya Penegakan Hukum Lingkungan untuk Lindungi Ketahanan Pangan

Ia optimistis stabilitas inflasi ini akan menjadi pondasi kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di semester kedua 2025.

Direktur Paskomnas Indonesia, Hartono Wignyopranoto, menambahkan bahwa hasil pertanian lokal seperti cabai, bawang, dan ikan dari program ketahanan pangan sudah masuk ke jalur distribusi di Pasar Tanah Tinggi, yang setiap harinya memperdagangkan 3.000 ton sayuran.

“Program ini bukan hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani lokal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, menyebutkan bahwa lahan kosong seluas 98 hektare telah dikelola oleh tiga kelompok tani dan 113 Kelompok Wanita Tani (KWT).

Target produksi mencapai 7,2 ton gabah per hektare, yang kemudian akan dibeli oleh Bulog dengan harga Rp6.500/kg.

Dukungan juga datang dari TNI dan Polri.

TNI Yonif 203/Arya Kemuning memanfaatkan dua hektare lahan tidur untuk menanam jagung, sedangkan kelompok tani lain menggarap lahan seluas 4,5 hektare untuk jagung ketan.

Hasilnya memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan petani dan keberhasilan program pangan lokal.

Baca Juga: Usai Dilantik, Para Insinyur Diharapkan Bisa Tuntaskan Persoalan Ketahanan Pangan di Banten.

Dengan sinergi berbagai pihak, Kota Tangerang menjadi contoh daerah yang mampu mengintegrasikan kebijakan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan secara efektif.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.