Banten

Parah! Anggota Polisi Juga Jadi Korban Penipuan Oknum ASN Kesbangpol Tangsel

Noudhy Valdryno | 20 November 2023, 19:51 WIB
Parah! Anggota Polisi Juga Jadi Korban Penipuan Oknum ASN Kesbangpol Tangsel

AKURAT BANTEN - Korban penipuan Hendra Wijaya, oknum ASN di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kini mulai berdatangan ke Polsek Pondok Aren.

Tak hanya seorang ayah yang tertipu hingga Rp150 juta, agar anaknya bisa bekerja di kantor Samsat Ciledug, oknum pegawai dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangsel itu juga berani mengibuli anggota kepolisian.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Bambang Askar Sodiq menyebutkan, pihaknya juga mendapatkan laporan dari korban lainnya yaitu seorang polisi atas nama Aiptu T yang berdinas di Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Oknum ASN Kesbangpol Tangsel Ditangkap Lakukan Penipuan, Bawa Kabur Rp150 Juta

“Ada juga seorang polisi yang menjadi korban tersangka HW, yaitu Aiptu T yang dinas di Polda Metro Jaya di bagian SIM dengan kerugian Rp 80 juta,” ungkap Bambang Sodiq, Senin (20/11/2023).

Sehingga menurut Bambang, tidak menutup kemungkinan korban lainnya akan ada kembali yang melapor lantaran aksi dari pelaku tersebut telah dilancarkan sejak tahun tahun.

Terkait adanya beberapa laporan terkait aksi penipuan oknum ASN Kota Tangsel itu, pihak kepolisian juga telah melakukan pemanggilan kepada tersangka. Namun, tak dihiraukan.

“Karena sudah dua kali Hendra mangkir dari panggilan polisi. Akhirnya kita menurunkan tim buru sergap untuk menciduk tersangka, yang kita amankan di luar kota,” ungkap Bambang.

Baca Juga: Miris, Satu Keluarga di Lebak Alami Penyakit Kaki Gajah Mengaku Sudah Pasrah

Bambang menyebutkan, dalam panggil ketiga juga disertakan surat perintah penangkapan. Pelaku berhasil diamankan di kediaman istrinya di Dusun Sukamukti, Kelurahan Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, pada Minggu, 19 Oktober 2023.

Atas penangkapan itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa satu lembar kwitansi Rp 125 juta untuk uang masuk kerja honorer yang ditandatangani tersangka Hendra Wijaya.

“Ada juga satu lembar kwitansi Rp37,5 juta yang ditandatangani oleh seseorang berinisial SA. Selain itu ada juga satu lembar kwitansi Rp 30 juta uang DP masuk karyawan honorer yang ditandatangani oleh HE," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang korban yang anaknya dijanjikan bekerja di Kantor Samsat Ciledug oleh Hendra Wijaya itu sebelumnya dimintai uang senilai Rp150 juta. Namun hingga kini, tak juga adanya panggilan kerja.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.