Banten

Miris, Satu Keluarga di Lebak Alami Penyakit Kaki Gajah Mengaku Sudah Pasrah

Elza Hayarana Sahira | 20 November 2023, 19:48 WIB
Miris, Satu Keluarga di Lebak Alami Penyakit Kaki Gajah Mengaku Sudah Pasrah

AKURAT BANTEN - Bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi membuat Jawiri (61), warga Kampung Sabrang, RT007/003, Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, babak belur. 

Dia mengaku merasa kewalahan dalam mengais rejeki untuk membiayai istri, berikut lima anaknya dengan mengandalkan berjualan Cilok.

Terlebih, kondisi fisik Jawiri yang saat ini terus mengalami pembengkakan pada bagian kedua kakinya ini, tentu membuatnya harus melawan kesakitan saat memperjuangkan isi perut di setiap harinya.

Baca Juga: Oknum ASN Kesbangpol Tangsel Ditangkap Lakukan Penipuan, Bawa Kabur Rp150 Juta

"Sebetulnya saya beserta anak dan istri mengalami penyakit kaki gajah yang sudah menahun. Tapi, mau bagaimana lagi. Jika saya tidak berjualan Cilok, tentu istri dan anak kami akan kelaparan," keluh Jawiri kepada Akurat Banten, saat ditemui di kediamannya, Senin (20/11/2023).

Pria kelahiran 10 Mei 1962 ini menyampaikan, bahwa penyakit yang dideritanya ini sudah hampir 10 tahun. Namun, tak kunjung sembuh. Meski, sudah menjalani perawatan di salah satu klinik.

"Di tengah himpitan ekonomi yang terus meningkat. Saya hanya bisa pasrah melewati ini semua," ungkapnya.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Banten, Serukan Pemilu Damai

Dijelaskannya, selain mengalami kaki gajah, dirinya juga mengaku bahwa rumah yang dihuninya ini belum bisa di rehab lantaran belum punya biaya. Terlebih, penghasilan berjualan cilok hanya cukup untuk makan saja.

"Saya pasrahkan saja kepada yang maha kuasa. Agar, beban ini tidak terlalu berat. Semoga, ada donatur yang mau membantu meringankan penderitaan keluarga kami," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.