Banten

Video Asusila Guru dan Murid di Serang Banyak Ditonton Pelajar, Ini Tanggapan Kemenag

Irsyad Mohammad | 4 November 2023, 13:54 WIB
Video Asusila Guru dan Murid di Serang Banyak Ditonton Pelajar, Ini Tanggapan Kemenag

AKURAT BANTEN - Video mesum guru dengan murid madrasah, di Kabupaten Serang, Banten, telah tersebar luas di masyarakat. 

Peredaran video ini pun dianggap meresahkan. Apalagi, tidak sedikit yang menonton adalah pelajar. 

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag, Kabupaten Serang, Suhaemi menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah.

Baca Juga: 2 Pelajar SMK Perkosa Janda Muda di Serang Divonis 1,5 Tahun Penjara

"Pembinaan kita dari Kementerian Agama, khususnya dari seksi Pendidikan Madrasah, sering kita lakukan. Mungkin bisa sebulan sekali, baik itu pembinaan madrasah, pembinaan guru-guru, termasuk juga pembinaan operator-operator. Itu sering kita sampaikan juga," katanya, Sabtu (4/11/2023). 

Dia mengungkapkan, bahwa guru adalah cerminan para murid, untuk itu harus memberikan contoh dan berkelakuan baik.

Menurutnya, baik buruknya akhlak murid itu juga bisa terpengaruh dari sikap kurang teladannya guru dalam dunia pendidikan.

"Terkait memang Kementrian Agama, kita dalam melayani madrasah, kita sering sampaikan bahwa guru itu yang paling utama adalah keteladanan ketika memang anak pinter tapi akhlak tidak baik itu mungkin kekurangan jd kurang maksimal," ungkapnya.

Suhaemi juga berharap, guru dan murid berlomba dalam mengejar prestasi dan membentuk karakter yang baik.

Baca Juga: Belum Ada Kerugian Negara, Jaksa Paksakan Kasus Proyek BTS 4G Bakti Kominfo

"Kita ingin dua-duanya memiliki prestasi keilmuan yang mumpuni dan Memiliki akhlak yang mulia, itu memang kita utamakan ketika memang guru-guru dituntut menjadi teladan bukan hanya buat anak-anak tapi buat dirinya juga. Itu yang sering kita sampaikan ke dirinya juga," tegasnya.

Sementara itu, terkait viral nya vidio asusila yang baru baru ini menghebohkan warga Carenang, ia menilai hal itu kembali kepada akhlak guru dan murid yang terlibat tersebut.

"Kalau itu kan kembali ke personal masing-masing karena memang jika memang di berikan pembinaan, pemahaman terkait tugas sebagai guru, mungkin saja karena memang manusia memiliki kehilangan yang sama siapapun itu, dan itupun bisa terjadi ke diri kita juga sebagai manusia juga," jelasnya.

Oleh karena itu, kedepan untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi kembali di dunia pendidikan, kegiatan pembinaan akan lebih di tingkatkan.

Baca Juga: Pembangunan Gereja di Perumahan Citra Maja Raya Ditolak Warga, Kemenag Setuju Lanjutkan

"Mungkin kita lebih intensif melakukan pembinaan supaya tidak terulang kembali ke kejadian yang sama, kita akan mengumpulkan para ketua madrasah agar nanti jangan sampai terulang, mudah-mudahan penekanan tujuan pendidikan madrasah itu yang utama adalah akhlak, insyaallah akan kita undang ke kantor kita minta koordinasi kejadian sebenarnya seperti apa," paparnya.

Ia mengaku tidak mau mendapatkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenaranya, untuk itu Suhaemi akan melakukan koordinasi kepada sekolah tersebut.

"Kita ga ingin ada informasi yang salah, karena memang kejadian dibawah itu ada simpang siur juga walaupun dia sudah dua tahun diberhentikan, apakah kejadian itu sebelum dia diberhentikan atau sesudah diberhentikan, atau memang kejadian di Kecamatan Carenang atau di tempat lain karena kita tidak tahu, termasuk juga warga Carenang siswa madrasah tersebut atau di luar, daripada madrasah tersebut. Menurut informasi yang kita peroleh selama ini itu kejadiannya di Lebak wangi," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.