Perawatan Stadion Internasional Banten Rp1 Miliar Perbulan, Pemerintah Nyerah Serahkan ke Swasta

AKURAT BANTEN - Pemerintah Provinsi Banten menyebut biaya pemeliharaan stadion warisan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy menelan biaya cukup tinggi setiap bulannya.
Alhasil, perawatan itu dianggap memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten.
Pemprov Banten tengah gencar mencari investor untuk membiayai Stadion Internasional Banten yang berlokasi di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang.
Baca Juga: Anggota BPK RI Achsanul Qosasi Resmi Tersangka, Terima Aliran Dana Korupsi BTS 4G Rp40 Miliar
Sejak diresmikan pada Mei 2022, stadion bertaraf internasional di Banten itu belum pernah digunakan event resmi, baik nasional maupun internasional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, dalam satu tahun biaya perawatan stadion yang diresmikan sejak Mei 2022 itu mencapai Rp12 miliar.
"Pemiliharaan masih setahun. Per bulan satu miliar, termasuk dengan tenaga tenaga teknis dan kebersihan," kata Arlan, Jumat (3/11/2023).
Dia mengatakan, nantinya para investor selain mengelola harus juga melakukan sejumlah pembangunan seperti sarana dan prasarana di kawasan Sport Center tersebut.
Sebab, Pemerintah Provinsi Banten merasa kewalahan soal pemeliharaan. Maka dari itu Pemprov Banten mencari Investor untuk melanjutkan pembangunan venue di kawasan Sport Center.
Selain itu, DPUPR Banten telah menghitung calon-calon investor yang ingin mengelola BIS harus mempunyai uang sebesar Rp700 miliar.
"Pemprov gak ada pembangunan, semua kita serahkan ke investor," ucapnya.
Ia mengklaim saat ini sudah ada beberapa investor yang sudah tertarik untuk investasi.
“Ada beberapa (investor yang sudah tertarik). Semuanya dari dalam negeri,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





