Banten

Ibu Hamil Dilarang Nonton Gerhana Bulan Total Malam Ini? Ternyata Ini Alasan Sebenarnya

Andi Syafriadi | 7 September 2025, 18:33 WIB
Ibu Hamil Dilarang Nonton Gerhana Bulan Total Malam Ini? Ternyata Ini Alasan Sebenarnya

 

AKURAT BANTEN - Fenomena gerhana bulan total atau Blood Moon malam ini menyita perhatian publik di seluruh dunia, termasuk masyarakat Indonesia.

Namun, di tengah antusiasme tersebut, beredar kembali kepercayaan lama bahwa ibu hamil dilarang menonton gerhana bulan.

Mitos ini kerap diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan masih dipercaya sebagian masyarakat.

Lalu, bagaimana kebenarannya?

Baca Juga: Cara Melihat Gerhana Bulan Total Tidak Sembarangan, Lihat Blood Moon Harus Pakai Alat Khusus?

Dalam tradisi Jawa, gerhana bulan sering dikaitkan dengan cerita raksasa Batara Kala yang menelan Bulan.

Dari cerita inilah muncul beragam pantangan, salah satunya untuk ibu hamil.

Konon, jika ibu hamil menonton gerhana, bayi yang dikandung bisa lahir cacat atau mengalami gangguan kesehatan.

Tak jarang, para orang tua mengingatkan calon ibu untuk berdiam diri di dalam rumah, menutup pintu, bahkan menyelipkan gunting atau logam di dekat perut sebagai penolak bala.

Baca Juga: 2 Agustus Gerhana Matahari Total, Benua Asia Kena Dampaknya, Indonesia Juga?

Praktik ini hingga kini masih ditemukan di sejumlah daerah.

Menurut para ahli kesehatan, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa menonton gerhana bulan berbahaya bagi ibu hamil.

Cahaya Bulan, meski berubah warna menjadi merah saat gerhana, sama sekali tidak mengandung radiasi berbahaya bagi manusia.

Dokter kandungan menegaskan bahwa kesehatan ibu hamil lebih dipengaruhi oleh pola makan, istirahat, aktivitas fisik, dan kondisi psikologis, bukan oleh fenomena astronomi seperti gerhana.

Artinya, ibu hamil tetap bisa menyaksikan gerhana bulan malam ini tanpa perlu khawatir.

Psikolog budaya menjelaskan bahwa mitos larangan bagi ibu hamil lahir dari mekanisme proteksi tradisional.

Dahulu, ketika pengetahuan medis masih terbatas, masyarakat membuat aturan adat untuk melindungi ibu hamil dari aktivitas yang dianggap berisiko.

Baca Juga: Catat Tanggal Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini yang Segera Datang, Tahun 2025?

Melarang keluar rumah saat malam hari, misalnya, bisa jadi upaya mencegah ibu hamil dari bahaya lingkungan, hewan buas, atau cuaca ekstrem.

Seiring waktu, larangan itu melekat dengan simbol-simbol astronomi seperti gerhana, sehingga dipercaya hingga kini.

Meskipun mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah, menghargai tradisi tetap penting.

Jika keluarga masih mempercayai larangan tersebut, ibu hamil bisa memilih jalan tengah: menyaksikan gerhana dari dalam rumah atau lewat siaran langsung, sembari tetap menenangkan hati keluarga.

Baca Juga: Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?

Bagi yang memilih menonton langsung di luar ruangan, pastikan tetap menjaga kesehatan dengan mengenakan pakaian hangat, tidak terlalu lama berdiri, dan menghindari kerumunan yang bisa membuat lelah.

Gerhana bulan total malam ini menjadi salah satu yang terpanjang, dengan fase totalitas mencapai 82 menit.

Fenomena ini bisa dinikmati dengan mata telanjang tanpa alat khusus, meski menggunakan teleskop atau kamera akan membuat pengalaman lebih menarik.

Bagi ibu hamil, menyaksikan Blood Moon justru bisa menjadi pengalaman emosional yang indah sebuah momen langka yang mungkin hanya terjadi sekali selama masa kehamilan.

Larangan ibu hamil menonton gerhana bulan total hanyalah mitos budaya yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Faktanya, fenomena ini aman untuk disaksikan siapa saja, termasuk ibu hamil.

Yang terpenting adalah menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menyikapi tradisi dengan bijak tanpa mengorbankan keindahan fenomena alam yang langka.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.