Bali United Menutup Musim dengan Senyum Lebar, Bhayangkara FC Dibantai di Gianyar

AKURAT BANTEN - Atmosfer meriah terasa di Stadion Kapten I Wayan Dipta ketika Bali United menjalani laga kandang terakhir mereka musim ini melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-33 Liga 1 Indonesia 2025/2026, Minggu (17/5/2026).
di hadapan pendukung sendiri Serdadu Tridatu tampil begitu agresif hingga akhirnya berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan telak 4-1 yang sekaligus menjadi salah satu penampilan terbaik mereka dalam beberapa pekan terakhir.
Kemenangan tersebut terasa penting bukan hanya karena tambahan tiga poin, tetapi juga karena Bali United akhirnya mampu memberikan hiburan manis kepada suporter setelah musim yang berjalan cukup naik turun.
Dengan hasil ini, Bali United kini mengoleksi 48 poin dari 33 pertandingan dan tetap nyaman berada di posisi kedelapan klasemen sementara, sementara Bhayangkara FC tertahan dengan 50 poin di posisi ketujuh.
Baca Juga: Saat Tim Senior Melempem, Persija U-20 Justru Bikin The Jakmania Bangga Lagi
Sejak awal pertandingan, Bali United memang langsung memperlihatkan niat besar untuk menguasai permainan.
Tim asuhan Stefano Cugurra tampil menekan melalui permainan cepat khas mereka dengan kombinasi serangan dari kedua sisi lapangan yang membuat Bhayangkara FC kesulitan mengembangkan ritme permainan.
Dukungan penuh publik Gianyar juga terlihat memberikan energi tambahan bagi para pemain Bali United. Mereka bermain jauh lebih percaya diri dibanding beberapa laga sebelumnya dan terus memaksa lini belakang Bhayangkara melakukan kesalahan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30 ketika Boris Kopitović berhasil memanfaatkan bola liar di depan gawang setelah penjaga gawang Bhayangkara gagal mengantisipasi umpan silang dengan sempurna.
Baca Juga: Persib Bandung Krisis Pemain Jelang Lawan PSM, Jalur Juara Mulai Terancam?
Striker asal Montenegro itu tanpa kesulitan langsung menyundul bola masuk ke gawang dan membuat stadion bergemuruh.
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri Bali United. Mereka terus menekan dan tidak memberi banyak ruang bagi Bhayangkara untuk membangun serangan.
Hasilnya, sebelum turun minum Boris Kopitovic kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan lewat gol keduanya pada menit ke-41 yang membuat Bali United unggul 2-0 hingga babak pertama berakhir.
Dwigol itu juga memperlihatkan kualitas Kopitovic sebagai salah satu striker asing paling konsisten di Liga 1 musim ini.
Baca Juga: Prediksi Skor PSM Makassar vs Persib Bandung, Parepare Bisa Jadi Tempat Penentuan Juara Liga 1
Meski Bali United tidak terlalu dominan dalam perebutan gelar, kontribusi pemain depan mereka tetap menjadi salah satu kekuatan utama Serdadu Tridatu sepanjang musim.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC mencoba tampil lebih berani demi mengejar ketertinggalan. Tim tamu mulai meningkatkan intensitas serangan dan sempat memberi tekanan kepada lini belakang Bali United yang beberapa kali terlihat kehilangan fokus.
Usaha Bhayangkara akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-63 lewat gol M. Sidibe yang sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol tersebut sempat membuat pertandingan terasa kembali hidup karena Bhayangkara terlihat mulai menemukan momentum kebangkitan.
Namun Bali United menunjukkan mental yang jauh lebih siap. Alih-alih panik setelah kebobolan, mereka justru kembali mengambil alih permainan dan hanya membutuhkan beberapa menit untuk memperlebar jarak.
Pada menit ke-71, Irfan Jaya sukses mencetak gol ketiga Bali United lewat penyelesaian tenang setelah menerima umpan matang dari rekannya. Gol tersebut praktis memukul mental Bhayangkara FC yang mulai kehilangan organisasi permainan di lini belakang.
Dominasi Bali United kemudian ditutup sempurna oleh gol T. Wiratama pada menit ke-87. Gol itu terasa spesial karena menjadi salah satu momen penting bagi pemain muda Bali United yang musim ini mulai mendapatkan kesempatan tampil di tim utama.
Kemenangan besar ini juga menjadi bukti bahwa Bali United masih memiliki fondasi tim yang kuat meski musim ini gagal bersaing di papan atas seperti beberapa musim sebelumnya.
Pengalaman pemain senior dipadukan dengan munculnya talenta muda membuat Serdadu Tridatu tetap menjadi salah satu tim yang disegani di sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Final Liga Champions Asia, Al Nassr vs Gamba Osaka, Kans Cristiano Ronaldo Angkat Trofi Asia Pertama
Sementara bagi Bhayangkara FC, kekalahan ini memperlihatkan bahwa mereka masih memiliki banyak pekerjaan rumah terutama dalam menjaga konsistensi permainan saat menghadapi tekanan di laga tandang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 2Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 3BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 4Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
- 5Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 6Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
- 7Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap
- 8FINAL Indonesia vs Thailand Bikin Heboh! 67 Ribu Tiket Ludes, SUGBK Dipastikan Penuh Sesak, GARUDA Dibanjiri Dukungan
- 9Sesko Cedera Lagi, Manchester United Bisa Panik! 3 Striker Ini Berpotensi Jadi Solusi Januari 2027
- 10Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur







