Berkat Gol Bunuh Diri Benfica, Chelsea Catat Kemenangan Pertama di Liga Champions dengan Skor 1-0

AKURAT BANTEN - Chelsea berhasil mengamankan kemenangan perdana mereka di fase liga Liga Champions setelah menaklukkan Benfica dengan skor tipis 1-0.
Laga yang berlangsung di Stamford Bridge, London, Rabu (1/10) dini hari WIB itu menjadi ajang pembuktian bagi skuad asuhan Jose Mourinho yang sebelumnya gagal meraih poin penuh di pertandingan perdana.
Gol semata wayang dalam duel ini tercipta lebih cepat dari yang diperkirakan. Baru memasuki menit ke-18, gelandang Benfica, Richard Rios, justru mencetak gol bunuh diri setelah salah mengantisipasi umpan silang Alejandro Garnacho. Bola yang berbelok arah tak mampu dihalau kiper Benfica, sehingga memberi Chelsea keunggulan lebih dulu.
Baca Juga: Marak Kasus Keracunan! BGN Tetap Minta Tambahan Anggaran Rp28 Triliun untuk Program MBG
Sebelum gol tersebut, Benfica sebenarnya tampil cukup percaya diri. Dodi Lukebakio sempat menguji refleks Roberto Sanchez dengan tembakan keras di awal babak pertama, namun kiper asal Spanyol itu tampil sigap menjaga gawangnya tetap aman.
Skuad asuhan Mourinho baru bisa keluar dari tekanan setelah pertengahan babak pertama. Beberapa peluang sempat mereka ciptakan, termasuk melalui Joao Pedro yang aktif mengganggu lini belakang lawan. Namun, hingga turun minum skor 1-0 tetap bertahan untuk Chelsea.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin tinggi. Benfica mencoba mengejar ketertinggalan lewat kombinasi serangan cepat.
Richard Rios berusaha menebus kesalahannya dengan melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, tapi lagi-lagi Sanchez tampil sebagai pahlawan dengan penyelamatan gemilang.
Chelsea memilih bermain lebih hati-hati di paruh kedua. Mourinho tampak menginstruksikan anak asuhnya untuk memperkuat pertahanan dan mengandalkan serangan balik. Garnacho dan Mudryk beberapa kali mencoba memperlebar keunggulan, tetapi upaya mereka masih gagal menemui sasaran.
Drama terjadi di menit-menit akhir. Joao Pedro yang tampil penuh semangat justru harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua di masa injury time, tepatnya menit 90+6.
Bermain dengan sepuluh orang di sisa detik pertandingan membuat Chelsea terpaksa bertahan total hingga peluit panjang berbunyi.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dibenahi demi Generasi Sehat dan Ekonomi Kuat
Hasil ini membawa Chelsea naik ke posisi ke-17 klasemen sementara fase liga Liga Champions dengan koleksi tiga poin dari dua laga. Meski masih jauh dari aman, kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi The Blues untuk kembali bersaing di kompetisi elit Eropa.
Bagi Mourinho sendiri, kemenangan ini terasa spesial. Selain menjadi pembuktian kembalinya ia ke Liga Champions bersama Chelsea, hasil positif ini juga menegaskan bahwa skuad mudanya mampu bersaing di level tertinggi.
Tantangan berikutnya tentu lebih berat, tetapi Stamford Bridge malam itu kembali menjadi saksi bahwa The Blues punya nyali besar di Eropa.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Cole Palmer Lagi-Lagi Tak Bisa Bela Inggris, Begini Respons Thomas Tuchel
- 10Gol Kemenangan Berujung Petaka, Mbappé Cedera dan Harus Pulang ke Madrid: Ada Apa dengan Lututnya?







