Banten

Prabowo Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Gaungkan Pesan Persatuan di Tengah Tantangan Global

Andi Syafrani | 1 Oktober 2025, 08:41 WIB
Prabowo Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Gaungkan Pesan Persatuan di Tengah Tantangan Global

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto tampil langsung memimpin peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, tepat pada pagi Rabu, 1 Oktober 2025.

Suasana hening dan penuh makna menyelimuti lokasi bersejarah itu, di mana upacara dimulai sekitar pukul delapan pagi waktu setempat, mengingatkan kita semua akan luka lama bangsa yang kini jadi pelajaran berharga.

Baca Juga: 4 Fakta Insiden Viral Rombongan Pemotor Hentikan Bus di Tikungan Ciwidey: Ini Wajah Asli Arogansi Jalanan! Kini diburu Polisi

Kolonel Penerbang Mohammad Amri Tofani, selaku komandan upacara, membuka acara dengan laporan yang tegas dan siap.

"Lapor, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 siap dimulai," katanya dengan suara mantap.

Prabowo pun merespons singkat tapi penuh wibawa.

"Laksanakan," ucapnya, yang langsung disambut hormat dari para peserta, menandai mulainya rangkaian ritual tahunan ini.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dibenahi demi Generasi Sehat dan Ekonomi Kuat

Prosesi berjalan lancar sesuai adat istiadat, dengan Ketua MPR Ahmad Muzani membacakan teks Pancasila secara lantang, seolah mengajak setiap orang hadir untuk kembali merenungkan fondasi negara yang tak tergantikan.

Tak ketinggalan, Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai menyuarakan Pembukaan UUD 1945, sementara Ketua DPR Puan Maharani memandu pembacaan ikrar kebangsaan yang membangkitkan rasa cinta tanah air dan komitmen menjaga kebersamaan di tengah perbedaan.

Baca Juga: Bekasi Geger! Polisi Tangkap 15 Kg Ganja Siap Edar dalam Penggerebekan

Deretan pejabat negara turut meramaikan acara, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tapi jadi bukti nyata bahwa pemerintahan saat ini serius dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kebijakan sehari-hari, apalagi di era digital yang penuh gejolak seperti sekarang.

Baca Juga: Program Magang Nasional Siap Kerja Resmi Dibuka, Jembatan Baru Antara Lulusan dan Dunia Industri

Lubang Buaya bukan pilihan lokasi sembarangan, tempat ini menyimpan cerita pilu dari tragedi G30S/PKI pada 1965, di mana para pahlawan revolusi gugur demi mempertahankan ideologi negara.

Setiap 1 Oktober, peringatan ini seperti alarm bagi generasi muda untuk tidak melupakan sejarah, sekaligus menguatkan bahwa Pancasila telah terbukti sebagai benteng kokoh melawan segala bentuk ekstremisme dan perpecahan.

Dalam pidato singkatnya, Prabowo menekankan betapa pentingnya menjaga semangat Pancasila di tengah arus globalisasi yang cepat. Ia bicara soal gotong royong sebagai kunci menghadapi tantangan ekonomi dan sosial, serta persatuan sebagai senjata utama menjaga kedaulatan dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga: Rupiah Melesat Tipis, Ketidakpastian Politik AS Jadi Pemicu Utama

"Pancasila bukan cuma warisan masa lalu, tapi panduan hidup yang selalu relevan," ujar Prabowo, sambil mengajak semua pihak untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pembangunan infrastruktur dan pemberantasan kemiskinan yang jadi prioritas pemerintahannya.

Tahun ini, upacara terasa lebih spesial karena bertepatan dengan awal masa jabatan Prabowo yang baru, di mana ia kerap menyoroti isu persatuan nasional pasca-pemilu yang sempat memanas.

Banyak pengamat politik melihat ini sebagai momen strategis bagi presiden untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat, termasuk oposisi, agar Indonesia bisa maju bersama tanpa meninggalkan akar budayanya.

Baca Juga: Misteri Brankas Rusak dan Sekuriti Tewas di Bank Bekasi, Polisi Bongkar Benang Kusut Kasus Menggegerkan

Di luar upacara, masyarakat di berbagai daerah juga ikut merayakan dengan kegiatan lokal, seperti diskusi Pancasila di sekolah-sekolah dan kampanye sosial media yang viral, menunjukkan bahwa nilai dasar bangsa ini masih hidup di hati rakyat.

Bahkan, beberapa komunitas pemuda menggelar aksi kreatif seperti mural seni yang menggambarkan Pancasila sebagai simbol harapan di tengah pandemi ekonomi global.

Peringatan Kesaktian Pancasila 2025 ini akhirnya menutup dengan pesan yang menggema: di balik kemegahan modernisasi, kita harus tetap berpegang pada Pancasila sebagai pondasi utama.

Bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tapi untuk membangun masa depan yang lebih adil dan sejahtera, di mana setiap warga Indonesia merasa bagian dari satu keluarga besar yang tak terpisahkan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC