Banten

Manchester City Terancam Degradasi? 114 Dakwaan Pelanggaran FFP Mulai Terungkap

Viona Sebastian Nolani | 30 September 2026, 12:13 WIB
Manchester City Terancam Degradasi? 114 Dakwaan Pelanggaran FFP Mulai Terungkap
Stadion Manchester City - instagram/@mancity

AKURAT BANTEN - Publik sepak bola harus menunggu 1.329 hari sejak Manchester City dituduh melanggar aturan Financial Fair Play melalui 115 dakwaan untuk akhirnya mendapatkan gambaran awal mengenai kasus tersebut.

Dari jumlah itu, 114 dakwaan kini disebut telah teridentifikasi, tetapi pertanyaan berikutnya adalah apa yang akan terjadi kepada Manchester City.

Salah satu kemungkinan yang muncul adalah pengurangan poin dalam jumlah besar hingga berpotensi membuat klub papan atas Inggris tersebut terdegradasi.

Skenario lainnya bahkan lebih ekstrem, yakni Manchester City dapat dikeluarkan sepenuhnya dari kompetisi Premier League meskipun sanksi pengurangan poin diberlakukan.

Baca Juga: Inggris Hajar Republik Ceko 2-0 di Nations League, Kartu Merah Jadi Titik Balik

Sejumlah klub seperti Middlesbrough, Portsmouth, Everton, dan Nottingham Forest sebelumnya pernah menerima pengurangan poin akibat pelanggaran aturan keuangan dalam sepak bola Inggris.

Karena itu, jika Manchester City terbukti bersalah dan mendapatkan hukuman, ancaman degradasi menjadi salah satu konsekuensi yang diperbincangkan.

Namun, masih terdapat dua pertanyaan besar yang belum terjawab, yakni kapan hukuman tersebut dijatuhkan dan apakah Premier League benar-benar mampu memberikan sanksi kepada Manchester City.

Kasus Manchester City juga memiliki catatan panjang dengan otoritas sepak bola Eropa.

Baca Juga: Lamine Yamal Menggila, Spanyol Libas Kroasia 4-1 di UEFA Nations League

Pada 2020, UEFA menjatuhkan larangan kepada Manchester City untuk tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun karena dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play.

Manchester City kemudian memenangkan perkara tersebut di Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS sehingga UEFA harus membatalkan larangan tampil di kompetisi Eropa.

Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, sebelumnya bahkan mengatakan bahwa ia siap mengeluarkan dana besar untuk menyewa 50 pengacara terbaik dunia dalam menghadapi UEFA.

Kini, Al Mubarak kembali menyampaikan pernyataan yang serupa sebagai upaya meyakinkan para pendukung Manchester City.

Jika hukuman akhirnya dijatuhkan, Manchester City tetap mempunyai hak untuk mengajukan banding.

Perbedaan penting dalam proses kali ini adalah sengketa tersebut berpotensi berlanjut ke Mahkamah Agung, bukan CAS.

Kasus ini juga tidak hanya berkaitan dengan sepak bola karena terdapat aspek politik, diplomasi, dan hubungan perdagangan antara Inggris dengan Abu Dhabi yang memiliki hubungan cukup erat.

Hal yang dapat dipastikan saat ini adalah perkara besar yang melibatkan 115 dakwaan terhadap Manchester City masih berjalan dan belum berakhir.

Informasi awal menunjukkan bahwa 114 dakwaan telah dikonfirmasi, sementara proses berikutnya akan mempertemukan Premier League dengan Manchester City dalam tahapan disipliner dan kemungkinan banding.

Besarnya perkara membuat penyelesaiannya diperkirakan membutuhkan waktu panjang sehingga kasus tersebut tidak akan selesai pada musim ini.

Dalam proses selanjutnya, komite independen kembali harus menangani berkas perkara yang berisi bukti-bukti untuk mendukung berbagai tuduhan terhadap Manchester City.

Komite tersebut kemudian perlu memeriksa seluruh persoalan yang berkaitan sebelum menetapkan jadwal untuk mendengarkan argumen dari semua pihak.

Pada tahap pertama perkara, jarak antara pengambilalihan berkas kasus hingga penyampaian argumen para pihak berlangsung lebih dari 300 hari.

Setelah itu, diperlukan sekitar dua tahun bagi para "hakim" untuk menentukan bahwa Manchester City telah melakukan pelanggaran terhadap 114 aturan.

Dengan melihat lamanya proses sebelumnya, tahap kedua perkara ini juga diperkirakan tidak dapat berlangsung dalam waktu singkat.

Karena itu, penyelesaian seluruh perkara Manchester City pada musim ini dinilai masih sangat sulit terjadi.

Setelah tahap kedua selesai dan Premier League menetapkan hukuman, Manchester City tetap memiliki kesempatan untuk mengajukan banding.

Klub tersebut bahkan dapat membawa sengketa melawan Premier League ke Mahkamah Agung dengan dukungan 50 pengacara yang sebelumnya disebut oleh pemilik Abu Dhabi sebagai "yang terbaik di dunia".

Persoalan tersebut juga berpotensi berkembang karena klub-klub lain yang merasa dirugikan dapat mengajukan tuntutan terhadap Manchester City, Premier League, atau keduanya.

Dampaknya dapat berkaitan dengan perebutan gelar, posisi untuk tampil di kompetisi Eropa, serta kerugian finansial yang muncul akibat dugaan pelanggaran Manchester City.

Klub yang pernah terdegradasi juga dapat mempertanyakan apakah keterlambatan proses disipliner memberikan dampak terhadap posisi mereka di kompetisi.

Jika Manchester City mendapatkan hukuman pada musim ini, klub yang menempati posisi ke-18 klasemen Premier League secara teoritis dapat memiliki peluang untuk mempertahankan statusnya di kasta teratas.

Dengan demikian, perkara 115 dakwaan Manchester City masih memiliki perjalanan panjang sebelum seluruh persoalan benar-benar mendapatkan keputusan akhir.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.