Banten

Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Ungkap Bahaya yang Dihadapi 45 Penyelam

Viona Sebastian Nolani | 27 September 2026, 14:00 WIB
Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Ungkap Bahaya yang Dihadapi 45 Penyelam
Lanal Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan para penyelam di tengah kondisi bawah laut yang ekstrem. - tnial.mil.id

AKURAT BANTEN - Memasuki hari ke-14 pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa, Lanal Banjarmasin terus memastikan keselamatan seluruh penyelam yang bertugas di tengah kondisi bawah laut yang penuh tantangan.

Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus menegaskan bahwa kondisi fisik dan mental personel SAR menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung.

Dalam misi kemanusiaan yang mendukung Basarnas tersebut, TNI AL mengerahkan tiga kapal perang, yakni KRI Spica, KRI I Gusti Ngurah Rai, dan KRI Sultan Iskandar Muda.

Baca Juga: Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, Tim Gabungan Evakuasi 4 Jenazah Korban

Selain kapal perang, sebanyak 45 penyelam gabungan dari Satkopaska dan Dislambair juga dilibatkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi di bawah permukaan laut.

"Penyelam kita sudah bekerja hampir dua minggu di kedalaman. Tantangan utamanya adalah tekanan air, arus bawah laut yang sangat keras, hingga risiko kontaminasi biologis dari jenazah korban," ujar Danlanal Banjarmasin di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Sabtu (26/09/2026).

Untuk menekan risiko kesehatan selama penyelaman, TNI AL menghadirkan tim medis khusus serta membawa chamber atau ruang udara bertekanan tinggi portable dari Lembaga Kesehatan Kelautan TNI Angkatan Laut (Lakesla).

Baca Juga: Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Satelit dan AI, Ada Apa di Baliknya?

Peralatan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi risiko serius seperti Penyakit Dekompresi (Decompression Sickness) dan infeksi bakteri yang dapat terjadi setelah penyelam bekerja di kedalaman.

Setiap personel yang kembali ke permukaan diwajibkan menjalani proses sterilisasi secara ketat sebagai bagian dari prosedur keselamatan setelah melakukan penyelaman.

Para penyelam juga mendapatkan terapi oksigen hiperbarik selama sekitar dua jam untuk membantu proses pemulihan kondisi tubuh setelah berada di bawah tekanan air dalam waktu tertentu.

Hingga hari ke-14 operasi, seluruh penyelam dilaporkan berada dalam kondisi baik dan tetap menjalankan setiap tahapan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang telah ditetapkan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.