Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Satelit dan AI, Ada Apa di Baliknya?

AKURAT BANTEN - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Federasi Rusia membuka pembahasan mengenai peluang kerja sama di bidang teknologi satelit dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan transformasi digital sekaligus memperluas pemerataan akses teknologi digital di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menilai pemerataan infrastruktur digital menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan transformasi digital nasional.
Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin besar karena Indonesia memiliki wilayah yang luas dan masyarakat dengan kebutuhan konektivitas yang terus berkembang.
Baca Juga: Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026 Ternyata Hoaks, Komdigi Buka Fakta Sebenarnya
“Visi kami untuk transformasi digital juga demikian. Kami ingin membangun infrastruktur digital yang adil untuk semua orang. Indonesia adalah negara yang sangat besar,” ujar Wamen Angga dalam Courtesy Call with the Administration of the President of the Russian Federation yang dipimpin oleh Head of the Department for Coordination of Strategic Initiatives, Directorate for Strategic Partnership and Cooperation, Administration of the President of the Russian Federation Inal Ardzinba di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (23/09/2026).
Dalam pertemuan itu, delegasi Rusia menjelaskan sejumlah peluang penggunaan teknologi satelit yang dapat dikembangkan di Indonesia.
Teknologi tersebut antara lain mencakup penyediaan sistem administrasi, perangkat penerima di Indonesia, hingga pemanfaatan akses terhadap data satelit.
Delegasi Rusia juga memaparkan jaringan yang ditawarkan memiliki 98 satelit dan perusahaan terkait disebut mampu meluncurkan sekitar 16 satelit setiap tahun.
Baca Juga: Meta Sudah Nonaktifkan 184 Ribu Akun Anak, Meutya Hafid Minta Langkah Lebih Tegas
Paparan tersebut menjadi bagian dari penjajakan teknologi yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama kedua negara.
“Anda juga dapat melakukan kerja sama dengan perusahaan satelit Indonesia, termasuk BUMN,” kata Wamen Angga.
Kerja sama di sektor satelit juga dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan riset dan inovasi teknologi.
Delegasi Rusia menawarkan peluang program pendidikan dan pembangunan laboratorium di Indonesia untuk mendukung pembelajaran teknologi satelit.
Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa berpeluang mendapatkan pengalaman mempelajari sekaligus mengoperasikan satelit secara langsung.
“Untuk satelit dan komunikasi, kita memiliki beberapa lembaga untuk penelitian dan inovasi teknologi,” tutur Wamen Angga.
Selain teknologi satelit, pembahasan antara Indonesia dan Rusia turut mencakup pengembangan kecerdasan artifisial atau AI.
Pemanfaatan AI menjadi salah satu bagian yang dinilai relevan untuk mendukung sektor pendidikan serta meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat.
“Saya tertarik pada AI, juga untuk pendidikan. Literasi digital saat ini sangat penting bagi kami. Ini bukan hanya untuk para siswa, tetapi juga untuk masyarakat. Kalau kita berbicara tentang literasi digital, saya ingin sesuatu yang benar-benar diarahkan kepada masyarakat. Jadi masyarakat bukan hanya mengetahui cara menggunakan teknologi,” ungkap Wamen Angga.
Pembicaraan antara kedua pihak menjadi langkah awal untuk memetakan bidang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Ruang kerja sama tersebut mencakup teknologi satelit, AI, riset dan inovasi, pendidikan, serta pengembangan talenta digital sesuai kebutuhan Indonesia dan Rusia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, Tim Gabungan Evakuasi 4 Jenazah Korban
- 10Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Satelit dan AI, Ada Apa di Baliknya?






