Banten

Viral Siswa SMA di Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Dipiting hingga Ditendang

Abdurahman | 24 Agustus 2026, 16:14 WIB
Viral Siswa SMA di Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Dipiting hingga Ditendang
Viral video dugaan pengeroyokan yang dilakukan pelajar SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Aceh oleh kakak kelas kepada adik kelas. (Instagram/etnisgayo)

AKURAT BANTEN— Video dugaan pengeroyokan seorang siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Aceh, oleh sejumlah kakak kelasnya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban yang disebut masih berusia 16 tahun terlihat mendapat kekerasan fisik hingga terjatuh dan tak berdaya.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, di area belakang sekolah yang berada di kawasan Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Akun Instagram @etnisgayo, yang mengunggah rekaman tersebut pada Minggu, 23 Agustus 2026, menyebut korban merupakan siswa kelas 2 SMA, sedangkan sejumlah pelajar yang diduga terlibat disebut merupakan kakak kelasnya.

Baca Juga: Massa Desak Hakim Tolak Praperadilan Febrie, Ini 5 Tuntutan yang Dibawa ke PN Jaksel

Korban Dipiting, Dipukul dan Ditendang

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pelajar mengenakan kaus hitam melakukan kekerasan terhadap korban.

Korban tampak dibanting dan dipiting pada bagian kepala. Dalam kondisi yang terlihat kesulitan melawan, korban kemudian kembali mendapat pukulan dan tendangan.

Salah satu bagian rekaman memperlihatkan korban sempat terdiam setelah menerima tendangan. Beberapa siswa kemudian terlihat berada di sekitar lokasi kejadian.

Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang siswa yang mempertanyakan apakah ada yang berani membantu korban.

Ada yang mau bantu dia? Ada yang mau bantu nggak?

Rekaman inilah yang kemudian memicu perhatian publik dan mendorong munculnya tuntutan agar dugaan kekerasan terhadap pelajar tersebut diusut secara tuntas.

Baca Juga: Isak Pulang ke Newcastle, Liverpool Malah Diselamatkan Drama Menit ke-99

Diduga Melibatkan Kakak Kelas

Berdasarkan informasi awal yang beredar, korban diduga dikeroyok oleh dua hingga tiga orang.

Sementara sejumlah siswa lain yang berada di lokasi disebut hanya menyaksikan kejadian tersebut.

Pengunggah video juga menyebut terduga pelaku merupakan kakak kelas korban.

Adik saya kelas 2 SMA dan yang mukulin ada beberapa orang dan mereka kelas 3 SMA, demikian keterangan yang disampaikan dalam informasi yang beredar.

Namun, identitas dan peran masing-masing pelajar yang diduga terlibat masih harus dipastikan melalui penyelidikan aparat kepolisian.

Baca Juga: MU Kena Tampar Hull City! Kekalahan 0-2 Bikin Alarm Bahaya Berbunyi

Polisi Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan

Dugaan pengeroyokan tersebut kini telah ditangani Polres Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat.

Polisi melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan fakta mengenai peristiwa tersebut.

Kami memastikan laporan dan informasi yang berkembang di masyarakat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.”

Aris menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memeriksa saksi dan melengkapi alat bukti.

“Dalam perkara ini, kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, memeriksa saksi-saksi, melengkapi alat bukti.

Polisi juga memastikan proses hukum tetap memperhatikan ketentuan mengenai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Polisi memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak.

Baca Juga: Messi Terlibat Keributan di MLS, Ada Insiden dengan Pemain Philadelphia Union

Korban Masih Dirawat di Rumah Sakit

Polisi membenarkan bahwa dugaan kekerasan tersebut terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di kawasan Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Berdasarkan keterangan awal saksi, korban diduga mengalami kekerasan fisik setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah pelajar lainnya.

Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian masyarakat setelah video kejadian beredar di media sosial.

Saat ini korban masih menjalani perawatan di RS Datu Beru Takengon.

Karena kondisi korban masih dalam perawatan, pemeriksaan terhadap korban akan dilakukan setelah kondisinya memungkinkan.

Baca Juga: Dari Pesan Cari Lawan hingga Duel 1 vs 1, Begini Tragedi Siswa SMP di Jambi

Polisi Diminta Ungkap Fakta di Balik Video Viral

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama karena rekaman yang beredar memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap seorang pelajar.

Meski demikian, video yang beredar di media sosial belum dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menyimpulkan seluruh rangkaian kejadian maupun menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Polisi masih harus mengungkap secara utuh apa yang memicu perselisihan, siapa saja yang terlibat, bagaimana kejadian berlangsung, serta sejauh mana peran masing-masing pelajar.

Yang pasti, proses penyelidikan menjadi penting untuk memastikan dugaan kekerasan terhadap korban dapat ditangani sesuai hukum sekaligus tetap memperhatikan prinsip perlindungan anak.

Perkembangan kasus ini masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman