Ada Perbaikan Jalan, Simak Skema Lalu Lintas di Karawaci dan Neglasari

AKURAT BANTEN - Proyek perbaikan infrastruktur jalan di empat kawasan strategis Kota Tangerang resmi bergulir selama dua bulan ke depan. Guna menjamin mobilitas publik tidak lumpuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bekerja sama dengan Satlantas Polres Metro Tangerang Kota memberlakukan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang mulai diperbaiki pada hari ini.
Proyek pengaspalan dan pembenahan ini mencakup Jalan M. Toha Karawaci, Jalan Iskandar Muda Neglasari, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, dan Jalan Sitanala.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely menegaskan, pemberlakukan skema rekayasa lalu lintas dilakukan untuk memastikan kelancaran sekaligus mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas jalan selama proyek perbaikan berlangsung, termasuk di Jalan Raya M. Toha Karawaci.
Baca Juga: Akademisi Pertanyakan Peran Komite dalam Kasus Siswa SMAN 14 Kota Tangerang
Dia mengklaim telah memetakan titik-titik rawan macet dan menyiagakan personel gabungan ekstra di lapangan untuk membantu mengarahkan para pengendara.
"Kami sudah melakukan koordinasi untuk memastikan skema rekayasa lalu lintas ini bisa berjalan lancar, di samping masih terus memasifkan sosialisasi kepada masyarakat luas sekaligus berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek perbaikan untuk menyiapkan flagman yang bisa membantu petugas mengurai kepadatan kendaraan bisa kondisinya diperlukan," ujar Suhaely, Senin (10/8/26).
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan para pengguna jalan.
Ia mengimbau pengguna jalan menggunakan jalur alternatif Jalan Arya Wangsakara dan Jalan Arya Santikan ke arah Jalan Otista untuk bagi pengguna jalan dari arah Periuk (Pasar Kemis dan lainnya) ke Tangerang Kota via Jalan Raya M. Toha Karawaci dan sebaliknya.
Serta menghindari Jalan Iskandar Muda (dekat Kantor Neglasari) untuk menghindari penumpukan kendaraan selama proyek perbaikan berlangsung.
Suhaely juga meluruskan isu yang beredar di masyarakat mengenai adanya penutupan total jalur antarwilayah tersebut.
Baca Juga: Jusuf Kalla Disebut Beri Rp5 Miliar ke Roy Suryo, Faktanya Bikin Geger, Video Hoaks atau Asli?
Kata dia, pengaturan arus lalu lintas di lapangan akan disesuaikan dengan lebar geometris jalan yang tersedia di tiap lokasi kerja.
"Jadi tidak ada yang ditutup penuh, Jalan M. Toha dan Jalan Iskandar Muda sudah disediakan jalur alternatifnya. Sedangkan Jalan Marsekal Suryadarma karena keterbatasan ruang jalan yang tidak memungkinkan adanya pengalihan arus penuh jadi akan diterapkan contraflow, kalau Jalan Sitanala tidak diberlakukan rekayasa apapun," tambahnya.
Masyarakat urban yang kerap melintasi koridor-koridor jalan tersebut kata Suhaely, diminta untuk mengantisipasi waktu perjalanan lebih awal agar terhindar dari keterlambatan.
"Skema rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung selama proyek perbaikan masih berlangsung. Oleh karenanya, kami mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk terus memantau perkembangan informasi terbaru melalui akun-akun media sosial resmi yang disediakan Pemkot Tangerang," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'











