Dua Gunung Api Paling Aktif Indonesia Kembali Meletus, Abu Vulkanik Capai 1.000 Meter

AKURAT BANTEN - Dua gunung api paling aktif di Indonesia, yakni Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu.
Aktivitas vulkanik kedua gunung tersebut terjadi beberapa kali dengan semburan abu mencapai sekitar satu kilometer di atas puncak.
Berdasarkan laporan Badan Geologi Indonesia, Gunung Semeru tercatat mengalami lima kali erupsi dalam sehari.
Letusan terakhir terjadi pada pukul 12.16 waktu setempat dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 1.000 meter dari atas puncak gunung.
Baca Juga: Indonesia Bawa Inovasi Pertanian ke Laos, Kopi Huaphan Dipacu Jadi Produk Bernilai Tinggi
Pengamat gunung api Mukdas Sofian dalam laporan yang dirilis melalui situs resmi lembaga tersebut menyampaikan bahwa kolom abu yang muncul berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas tebal.
Abu vulkanik tersebut terpantau bergerak ke arah barat daya, sementara durasi letusan berlangsung sekitar 130 detik.
Mukdas menjelaskan, aktivitas erupsi Gunung Semeru juga terjadi pada pukul 05.35, 06.32, 09.11, dan 11.37 waktu setempat.
Ketinggian kolom abu yang teramati selama erupsi Semeru berada di kisaran 500 hingga 1.000 meter di atas puncak.
Baca Juga: Katering Pernikahan Wajib Bersertifikat Halal? Kemenag Ungkap Manfaat Besar untuk Bisnis Jasa Boga
Namun, pada dua kejadian letusan, kolom abu tidak berhasil terlihat karena kondisi pengamatan.
Di sisi lain, Gunung Lewotobi Laki-laki juga menunjukkan peningkatan aktivitas dengan mengalami enam kali letusan.
Erupsi terbesar tercatat terjadi pada pukul 10.16 waktu setempat dengan semburan abu mencapai sekitar 900 meter dari puncak gunung.
Pengamat gunung api Bramantya Aji Putra Mahendra menyebut kolom abu yang keluar berwarna abu-abu dengan intensitas tebal dan bergerak menuju arah utara hingga timur laut.
Letusan tersebut berlangsung selama kurang lebih 149 detik.
Bramantya mengatakan, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga terjadi pada pukul 00.10, 04.39, 09.42, 10.33, dan 13.40 waktu setempat.
Kolom abu yang teramati memiliki ketinggian sekitar 300 hingga 500 meter di atas puncak, sementara dua letusan lainnya tidak memperlihatkan kolom abu akibat pengaruh kondisi cuaca.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'









