Viral Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Dijatuhi Sanksi Teguran Keras Terakhir: Mengulang Langsung Dipecat!

AKURAT BANTEN— Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh perilaku oknum wakil rakyat.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Syahri Asidiqi, tertangkap kamera sedang asyik bermain game sambil merokok di tengah berlangsungnya rapat resmi.
Tak butuh waktu lama, video berdurasi singkat tersebut langsung viral dan memancing gelombang kecaman dari warganet.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Majelis Kehormatan Partai Gerindra langsung bergerak cepat mengambil tindakan tegas.
Dijatuhi Sanksi Teguran Keras dan Terakhir
Melalui sidang etik yang digelar pada Jumat, 15 Mei 2026, Majelis Kehormatan Partai Gerindra secara resmi menyatakan bahwa Ahmad Syahri terbukti bersalah melakukan pelanggaran berat terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Memberikan hukuman teguran keras dan terakhir kepada Saudara Ahmad Syahri Asidiqi, SE, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Jember, ujar pimpinan sidang, Fikrah Aulia Urrahman, saat membacakan putusan majelis di Jakarta.
Pihak partai menegaskan bahwa sanksi ini merupakan peringatan final.
Jika di kemudian hari legislator asal Jember tersebut kembali melakukan pelanggaran atau mencoreng marwah lembaga, partai tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi pemecatan.
"Apabila di kemudian hari yang bersangkutan kembali melakukan pelanggaran, maka akan langsung dikenakan sanksi pemberhentian sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember," tegas Fikrah
Baca Juga: Di Balik Tuntutan 18 Tahun Penjara: Ada Angka Rp 4,8 Triliun yang Gagal Dijelaskan Nadiem Makarim!
Menyesal Usai Disidang Etik
Usai menjalani persidangan yang cukup alot sejak siang hari, Ahmad Syahri terpantau tidak banyak bicara saat dicecar oleh awak media.
Menggunakan kemeja putih khas kader Gerindra, ia hanya bisa tertunduk dan menyampaikan rasa penyesalannya atas tindakan tidak terpuji yang dilakukannya di ruang rapat
Kasus ini menjadi sorotan tajam publik, mengingat fungsi pengawasan dan legislasi yang seharusnya dijalankan dengan khidmat oleh anggota dewan, justru dinodai oleh aktivitas hiburan pribadi di saat jam kerja formal.
Gerindra berharap langkah cepat penegakan disiplin ini dapat menjadi shock therapy sekaligus komitmen nyata bahwa partai tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan indisipliner yang merugikan kepercayaan masyarakat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 9Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 10Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens










