Dua Pendaki Singapura yang Tewas di Letusan Gunung Dukono Belum Bisa Dievakuasi Karena 1 Alasan

AKURAT BANTEN - Dua pendaki asal Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang dipastikan meninggal dunia akibat letusan Gunung Dukono di Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Iwan Ramdani selaku kepala Basarnas Ternate.
Meski begitu, proses evakuasi jenazah keduanya masih belum bisa dilakukan karena terkendala kondisi cuaca yang buruk di lokasi.
"Kedua korban berada sekitar 50 m dari puncak dan diyakini telah meninggal dunia," ungkap Iwan.
Baca Juga: Jaringan Judi Online Internasional Dibongkar di Jakarta, 321 Warga Asing Ditahan
"Tim penyelamat sedang berupaya untuk mengevakuasi mereka, tetapi evakuasi terhambat oleh hujan, dan operasi tersebut telah ditangguhkan sementara," paparnya.
Risman Umar, warga yang terlibat langsung dalam proses pencarian, juga menjelaskan kondisi korban saat ditemukan.
Ia mengatakan bahwa kedua korban terkubur di bawah reruntuhan.
Dua batu besar menindih dan menghancurkan tubuh mereka.
Baca Juga: Arsenal Menggila! Rekor Langka 66 Tahun Bisa Pecah di Markas West Ham
Mereka pertama kali ditemukan oleh tim penyelamat sekitar pukul 12.40 siang.
Setengah dari tubuh mereka terkubur di bawah abu vulkanik.
Evakuasi tidak dapat dilakukan karena hujan lebat, yang membuat material vulkanik tidak stabil dan rawan longsor, jelas Risman.
Tim penyelamat Indonesia terlihat bekerja di lereng terjal yang dipenuhi abu vulkanik hitam di dekat area puncak gunung.
Baca Juga: Gavi Comeback di El Clasico, Barcelona Selangkah Lagi Kunci Gelar La Liga
Hujan deras dan kabut tebal juga terus menyelimuti kawasan tersebut selama proses pencarian berlangsung.
Sejumlah personel TNI, polisi, serta relawan setempat tampak berkumpul di sekitar lubang sempit di tumpukan abu vulkanik yang diduga menjadi lokasi kedua pendaki tertimbun.
Beberapa anggota tim menggali menggunakan tangan, sementara lainnya bersiaga di lereng licin yang berbahaya.
Diketahui, dua warga Singapura itu tergabung dalam rombongan berjumlah 20 orang yang terdiri dari 9 warga Singapura dan 11 warga Indonesia.
Mereka melakukan pendakian pada 7 Mei meski pemerintah daerah telah memberlakukan larangan mendaki sejak 17 April, termasuk penetapan zona terlarang sejauh 4 kilometer dari kawah Gunung Dukono. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik






