Banten

KMP Dharma Kartika IX Miring di Pelabuhan Semayang, TNI AL Bergerak Cepat Selamatkan Penumpang

Moehamad Dheny Permana | 28 Januari 2026, 05:14 WIB
KMP Dharma Kartika IX Miring di Pelabuhan Semayang, TNI AL Bergerak Cepat Selamatkan Penumpang

Akurat Banten - Insiden kemiringan kapal penumpang KMP Dharma Kartika IX saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, pada Selasa, memicu respons cepat dari TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL Balikpapan untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Informasi awal mengenai kondisi kapal yang tidak stabil tersebut pertama kali diterima oleh Lanal Balikpapan dari laporan lapangan, sehingga aparat langsung mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.

Setibanya di pelabuhan, situasi dinilai darurat karena kapal dalam posisi miring dengan penumpang serta kendaraan masih berada di dalam kapal.

Personel TNI AL kemudian bergabung dengan unsur terkait untuk melakukan langkah penyelamatan secara terkoordinasi dan terukur.

Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyampaikan bahwa fokus utama operasi adalah keselamatan penumpang di tengah kondisi yang berisiko.

“Setibanya di lokasi, petugas gabungan langsung memprioritaskan penyelamatan dan evakuasi korban dengan penuh kehati-hatian di tengah kondisi darurat,” ujar Denih.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap guna memastikan tidak terjadi kepanikan yang dapat memperburuk keadaan kapal.

Hasilnya, empat penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat dan segera diamankan menjauh dari area berbahaya.

Selain itu, satu penumpang ditemukan dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Baca Juga: Jutaan Warga Usia Produktif Belum Tersentuh Perbankan LPS Pasang Target Ambisius

Di sisi lain, tim evakuasi menemukan satu penumpang telah meninggal dunia akibat terjepit kendaraan di dalam kapal.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius mengingat potensi risiko yang dapat timbul jika kemiringan kapal tidak segera ditangani.

Untuk mengurangi sudut kemiringan, personel TNI AL melakukan upaya mengeluarkan muatan kapal secara perlahan dan terkontrol.

Langkah ini dinilai krusial agar stabilitas kapal dapat dipulihkan tanpa menimbulkan korban tambahan.

Denih menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi melindungi keselamatan seluruh penumpang dan petugas di lokasi.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Prajurit TNI AL akan selalu hadir dan bertindak cepat dalam setiap situasi darurat kemanusiaan,” katanya.

Hingga kini, penyebab pasti insiden kemiringan KMP Dharma Kartika IX masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Meski demikian, TNI AL memastikan bahwa penanganan awal telah berjalan efektif berkat koordinasi yang solid antarinstansi.

Menurut Denih, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penentu dalam mengendalikan situasi darurat di kawasan pelabuhan.

Baca Juga: Tiga Jet Tempur Rafale Resmi Tiba di Indonesia, Kekuatan Udara TNI AU Masuk Babak Baru

“Koordinasi lintas instansi yang solid menjadi kunci dalam penanganan insiden ini, sekaligus mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus mengabdi dan melindungi rakyat di wilayah maritim Indonesia,” ujarnya.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menjaga keselamatan transportasi laut nasional.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.