TRAGIS! Bus Cahaya Trans Terguling di Exit Tol Krapyak, 16 Penumpang Tewas

AKURAT BANTEN - Kecelakaan tragis kembali terjadi di ruas jalan tol. Sebuah bus milik PO Cahaya Trans yang membawa puluhan penumpang mengalami kecelakaan fatal di simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Insiden ini menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Bus bernomor polisi B 7201 IV tersebut diketahui mengangkut 34 penumpang dan tengah melakukan perjalanan dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta. Berdasarkan keterangan awal, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya diduga kehilangan kendali.
Baca Juga: Kisruh Tambang Ormas Meledak di PBNU, Fahmy Radhi: Sejak Awal Lebih Banyak Mudarat
Bus dilaporkan menabrak pembatas jalan di area simpang susun sebelum terguling dan mengalami kerusakan parah. Benturan keras membuat sejumlah penumpang terlempar dan terjepit badan bus, sehingga menyulitkan proses penyelamatan.
Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang dari Basarnas yang tengah menjalankan Siaga SAR Khusus Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Posko Gabungan Kalikangkung segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban.
Proses penyelamatan berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan personel SAR, kepolisian, petugas tol, tenaga medis, serta relawan. Evakuasi korban akhirnya rampung sekitar pukul 04.00 WIB setelah seluruh penumpang berhasil dikeluarkan dari dalam bus.
Baca Juga: Angkasa Pura Pastikan Tidak Ada Pesawat Tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta
Seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit rujukan di Semarang, di antaranya RSUP dr. Kariadi, RS Columbia Asia, serta RSUD dr. Adhyatma MPH atau RS Tugu Semarang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi kejadian.
Untuk korban meninggal dunia, aparat telah menyiapkan proses identifikasi forensik secara menyeluruh, baik melalui pemeriksaan ante mortem maupun post mortem. Langkah ini dilakukan untuk memastikan identitas korban secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Baca Juga: Libur 13 Hari Nonstop! Simak Jadwal Lengkap Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026
Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pihak rumah sakit juga memastikan akan memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal para korban dengan pendampingan aparat dan tenaga medis agar proses berjalan tertib dan manusiawi.
Selain itu, santunan dari Jasa Raharja dipastikan akan diberikan kepada ahli waris korban meninggal dunia maupun korban yang mengalami luka-luka sesuai ketentuan yang berlaku. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang saat ini masih berlangsung.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










