Kiai Sepuh NU Dorong Islah demi Kondisi PBNU yang Lebih Tenang

Akurat Banten - Forum para sesepuh Nahdlatul Ulama kembali menyerukan upaya perdamaian sebagai langkah meredakan ketegangan yang tengah berlangsung di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Para kiai sepuh menegaskan bahwa suasana memanas belakangan ini tidak boleh dibiarkan berlarut dan meminta semua pihak menahan diri demi menjaga wibawa organisasi.
Juru Bicara Forum Sesepuh NU, K.H. Oing Abdul Muid Sohib, menjelaskan bahwa para ulama berkumpul untuk membahas perkembangan situasi yang dinilai mengkhawatirkan.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi di PBNU dan berharap islah bisa segera tercapai,” ujar K.H. Oing saat pertemuan di Kediri.
Pertemuan ini dipelopori oleh dua ulama karismatik, yakni K.H. Anwar Manshur dari Pesantren Lirboyo dan K.H. Nurul Huda Djazuli.
Keduanya mendorong agar seluruh elemen PBNU menahan diri dari pernyataan publik yang berpotensi memperkeruh keadaan atau membuka aib organisasi.
“Forum Sesepuh NU mengajak semua yang terlibat konflik untuk berhenti membuat pernyataan di media, terutama yang bisa merusak marwah jamiyah,” tegas Gus Muid.
Baca Juga: Jejak Kayu Misterius di Tengah Banjir Sumatera Memicu Desakan Investigasi Nasional
Forum tersebut juga meminta PWNU, PCNU, hingga PCINU tetap bekerja sesuai fungsi masing-masing tanpa terbawa arus konflik di pusat.
Para kiai menilai struktur NU di berbagai wilayah harus menjadi penyejuk, bukan justru ikut terseret dalam dinamika yang belum menemukan titik terang.
Selain itu, warga NU juga diajak menjaga etika dalam bermedia sosial serta memperkuat ukhuwah agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Forum mengimbau warga NU memperbanyak takarub kepada Allah SWT dan memohon agar masalah ini segera diberi jalan keluar,” tambah Gus Muid.
Para ulama sepuh juga sepakat bahwa pertemuan ini bukan yang terakhir dan akan dilanjutkan dengan agenda berikutnya hingga tercapai titik temu.
“Yang terpenting adalah islah, dan kami sudah merencanakan tindak lanjut agar rekonsiliasi ini segera terwujud,” kata Gus Muid menegaskan.
Pertemuan itu sendiri dihadiri sejumlah kiai dari berbagai pesantren dan daerah, baik secara langsung maupun daring, termasuk K.H. Ma’ruf Amin dan K.H. Said Aqil Siroj yang hadir melalui konferensi virtual.
Deretan ulama seperti K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus, K.H. Abdul Hannan Ma’shum, K.H. Kholil As’ad, K.H. Ubaidillah Shodaqoh, K.H. Umar Wahid, hingga K.H. Abdulloh Ubab Maimoen juga turut memberikan perhatian serius terhadap kondisi organisasi.
Gelombang dukungan terhadap upaya islah ini menunjukkan bahwa para kiai sepuh memandang stabilitas jamiyah sebagai prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Mereka berharap langkah damai ini menjadi titik awal pemulihan suasana di PBNU sehingga roda organisasi dapat kembali berjalan dengan tenang dan produktif.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti




