Pengunjung Keluhkan Tiket Tanpa Karcis di Pantai Pandeglang, Disbudpar Akui Jadi PR

AKURAT BANTEN - Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Kabupaten Pandeglang mengalami lonjakan signifikan selama libur Lebaran.
Hingga hari kelima pasca-Lebaran, jumlah kunjungan tercatat mencapai sekitar 200 ribu orang berdasarkan data yang diterima Disbudpar melalui unsur internal dinas dan petugas lapangan yang tersebar di sekitar 120 objek wisata, mulai dari kawasan pantai Carita hingga Sumur.
Dibalik ramainya pengunjung, berbagai keluhan dari wisatawan muncul salah satunya terkait tarif masuk tanpa karcis di sejumlah pantai di Kabupaten Pandeglang selama libur Lebaran 2026.
Baca Juga: Pandeglang Diserbu Wisatawan, Lonjakan Kunjungan Capai Ratusan Ribu Saat Lebaran
Sejumlah pengunjung mengaku diminta membayar hingga Rp30 ribu untuk satu kendaraan tanpa diberikan tiket resmi saat memasuki kawasan wisata di wilayah selatan Pandeglang.
"Bayar sekitar 30 ribu di pantai Daplangu 1 dan 20 ribu di pantai Daplangu 2, tapi gak dapet tiket, kata yang jaga di pintu bebas aja mau pulang sampe jam berapapun, sebelumnya saya udah nanyain karcisnya, tapi dijawab gak ada karcis," cetus salah satu pengunjung kepada Akurat.co Banten.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pandeglang, Rahmat Zultika, mengakui praktik tersebut masih terjadi dan menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah.
Baca Juga: Israel Skeptis Damai, Iran Beri 5 Syarat Keras ke AS Untuk Berhenti Perang
"Nah itu harus dibereskan. Kita sudah memberikan imbauan kepada pengelola agar mencetak tiket dan memasang harga secara terbuka," ujarnya.
Rahmat menegaskan, transparansi tiket menjadi hal penting agar wisatawan mendapatkan kepastian harga dan pelayanan yang layak.
"Kalau tidak ada tiket, itu yang harus diperbaiki. Karena sekarang wisata harus terbuka," katanya.
Baca Juga: Terkuak! Dokter Tifa Ungkap Detik-Detik Dihampiri 2 Sosok Misterius di Polda: 'Saya Dipaksa Damai?'
Ia juga menyarankan wisatawan untuk lebih selektif dalam memilih destinasi wisata, terutama yang memiliki sistem pengelolaan yang jelas.
"Saya menyarankan agar wisatawan bijak, pilih tempat yang pengelolaannya baik, ada tiket resmi dan harga yang terbuka," tegasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 8Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'











