Iran Beri Peringatan Keras: Perang Timur Tengah Tak Akan Berhenti Kecuali AS dan Israel Lakukan Ini!

AKURAT BANTEN – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada dunia internasional.
Ia menegaskan bahwa api peperangan di kawasan tersebut mustahil padam selama syarat utama dari Teheran belum terpenuhi.
Apa syarat mutlak tersebut? Pezeshkian menekankan bahwa agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel harus dihentikan segera sebagai prasyarat mati untuk mengakhiri perang dan mencegah konflik regional meluas menjadi skala global.
Baca Juga: Duka di Balik Takbir: Perjuangan Marhasyim Melawan Infeksi Usai Bersih-Bersih Rumah Berakhir Pilu
Jaminan Keamanan: Syarat yang Tak Bisa Ditawar
Dalam keterangan resmi yang dirilis melalui Kedutaan Besar Iran di India pada Sabtu (21/3/2026), Pezeshkian menyampaikan pesan yang sangat tajam.
Bukan sekadar gencatan senjata sementara, Iran menuntut sebuah kepastian hukum di mata dunia.
“Harus ada jaminan konkret untuk mencegah terulangnya agresi semacam itu di masa depan,” tegas pernyataan yang dikutip dari Press TV, Minggu (22/3/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global bahwa stabilitas di Asia Barat berada di ujung tanduk akibat meningkatnya konfrontasi bersenjata.
Baca Juga: Hitung Mundur 48 Jam: Akankah Trump Benar-benar Memulai Perang Nuklir Lawan Iran?
Strategi Iran: Seret Kekuatan BRICS untuk Tekan Barat
Menyadari posisi geopolitik yang semakin dinamis, Pezeshkian melakukan langkah diplomasi tingkat tinggi dengan menghubungi Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Ia mendesak kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) untuk tidak tinggal diam.
Iran menilai negara-negara ekonomi berkembang ini memiliki kekuatan independen yang bisa menjadi penyeimbang dominasi AS di kawasan.
Pezeshkian mengusulkan pembentukan kerangka kerja keamanan regional yang hanya melibatkan negara-negara Asia Barat—sebuah skema "Keamanan Tanpa Asing" yang dirancang untuk mengusir campur tangan pihak luar.
Baca Juga: Siapa Yariv Levin? Sosok di Balik Rumor Pengganti Benjamin Netanyahu yang Mengguncang Publik
Respons India: Keamanan Jalur Pelayaran Terancam
Di sisi lain, PM Narendra Modi melalui platform X memberikan respons yang menyoroti dampak ekonomi dari konflik ini.
Modi mengecam serangan terhadap infrastruktur penting dan menekankan bahwa kebebasan navigasi adalah prioritas global yang tidak boleh diganggu gugat.
Bagi India dan dunia, ancaman penutupan jalur pelayaran akibat ketegangan AS, Israel, dan Iran adalah mimpi buruk logistik yang dapat memicu krisis ekonomi baru (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






