Banten

Iran Beri Peringatan Keras: Perang Timur Tengah Tak Akan Berhenti Kecuali AS dan Israel Lakukan Ini!

Abdurahman | 22 Maret 2026, 21:35 WIB
Iran Beri Peringatan Keras: Perang Timur Tengah Tak Akan Berhenti Kecuali AS dan Israel Lakukan Ini!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (IG@masoud pazeshkian)

AKURAT BANTEN – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada dunia internasional.

Ia menegaskan bahwa api peperangan di kawasan tersebut mustahil padam selama syarat utama dari Teheran belum terpenuhi.

Apa syarat mutlak tersebut? Pezeshkian menekankan bahwa agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel harus dihentikan segera sebagai prasyarat mati untuk mengakhiri perang dan mencegah konflik regional meluas menjadi skala global.

Baca Juga: Duka di Balik Takbir: Perjuangan Marhasyim Melawan Infeksi Usai Bersih-Bersih Rumah Berakhir Pilu

Jaminan Keamanan: Syarat yang Tak Bisa Ditawar

Dalam keterangan resmi yang dirilis melalui Kedutaan Besar Iran di India pada Sabtu (21/3/2026), Pezeshkian menyampaikan pesan yang sangat tajam.

Bukan sekadar gencatan senjata sementara, Iran menuntut sebuah kepastian hukum di mata dunia.

“Harus ada jaminan konkret untuk mencegah terulangnya agresi semacam itu di masa depan,” tegas pernyataan yang dikutip dari Press TV, Minggu (22/3/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global bahwa stabilitas di Asia Barat berada di ujung tanduk akibat meningkatnya konfrontasi bersenjata.

Baca Juga: Hitung Mundur 48 Jam: Akankah Trump Benar-benar Memulai Perang Nuklir Lawan Iran?

Strategi Iran: Seret Kekuatan BRICS untuk Tekan Barat

Menyadari posisi geopolitik yang semakin dinamis, Pezeshkian melakukan langkah diplomasi tingkat tinggi dengan menghubungi Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Ia mendesak kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) untuk tidak tinggal diam.

Iran menilai negara-negara ekonomi berkembang ini memiliki kekuatan independen yang bisa menjadi penyeimbang dominasi AS di kawasan.

Pezeshkian mengusulkan pembentukan kerangka kerja keamanan regional yang hanya melibatkan negara-negara Asia Barat—sebuah skema "Keamanan Tanpa Asing" yang dirancang untuk mengusir campur tangan pihak luar.

Baca Juga: Siapa Yariv Levin? Sosok di Balik Rumor Pengganti Benjamin Netanyahu yang Mengguncang Publik

Respons India: Keamanan Jalur Pelayaran Terancam

Di sisi lain, PM Narendra Modi melalui platform X memberikan respons yang menyoroti dampak ekonomi dari konflik ini.

Modi mengecam serangan terhadap infrastruktur penting dan menekankan bahwa kebebasan navigasi adalah prioritas global yang tidak boleh diganggu gugat.

Bagi India dan dunia, ancaman penutupan jalur pelayaran akibat ketegangan AS, Israel, dan Iran adalah mimpi buruk logistik yang dapat memicu krisis ekonomi baru (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman