Banten

Dua Kampus Jadi Pusat Inovasi Gizi Anak, Australia dan UNICEF Bantu Wujudkan Generasi Sehat Indonesia

Moehamad Dheny Permana | 11 November 2025, 20:49 WIB
Dua Kampus Jadi Pusat Inovasi Gizi Anak, Australia dan UNICEF Bantu Wujudkan Generasi Sehat Indonesia

Akurat Banten - Langkah besar kembali diambil Indonesia untuk memastikan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas.

Kali ini, dukungan datang dari Australia dan UNICEF yang berkomitmen memperkuat program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui pendirian dua pusat keunggulan di tanah air.

Dua lembaga itu resmi bekerja sama sejak Maret 2025 dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai contoh sukses penyediaan makanan bergizi untuk pelajar di kawasan Asia Pasifik.

Pusat keunggulan atau Center of Excellence (CoE) tersebut akan beroperasi di dua lokasi strategis: Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jawa Barat dan Universitas Cenderawasih di Papua.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyebut bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Australia terhadap masa depan sumber daya manusia Indonesia.

“Anak-anak yang sehat adalah pondasi masa depan yang kuat. Kami ingin memastikan program ini berjalan dengan bukti ilmiah dan sistem pelatihan yang solid,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Fokus Tangani Kasus Bullying Siswa SMPN, Wakil Wali Kota Sebut Korban Punya Riwayat Penyakit Berat

Pusat keunggulan di IPB akan berperan sebagai penggerak kebijakan nasional berbasis riset dan data, sementara pusat di Papua difokuskan pada pengembangan kapasitas daerah dan pendampingan langsung bagi pelaksana di lapangan.

Keduanya akan menjadi tempat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha pangan, serta masyarakat lokal.

Fungsi CoE ini tak sekadar meneliti.

Mereka akan menjadi laboratorium ide tempat berbagai pihak bertemu untuk mencari solusi terbaik terkait gizi anak dan efektivitas distribusi makanan.

Dari riset, pelatihan tenaga pelaksana, hingga pemantauan dan evaluasi program, semuanya akan dilakukan secara terpadu agar program MBG benar-benar memberikan dampak jangka panjang.

Program Makanan Bergizi Gratis sendiri diluncurkan pemerintah pada 6 Januari 2025 sebagai bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Lewat program ini, pemerintah ingin memastikan setiap anak sekolah mendapat asupan makanan bergizi setiap hari tak hanya untuk mengurangi angka stunting, tapi juga untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan produktivitas generasi muda.

Dampaknya pun sudah mulai terasa.

Data pemerintah mencatat, program ini telah membuka lebih dari 418 ribu lapangan kerja baru dan menghidupkan ekonomi lokal di berbagai wilayah.

Baca Juga: Pemkab Lebak: Penataan Pasar dan Kota Rangkasbitung Tak Sekadar Relokasi PKL, Ini Soal Kesejahteraan Pedagang

Sedikitnya 18.895 pelaku usaha kecil, petani, hingga nelayan turut merasakan manfaatnya karena menjadi bagian dari rantai pasok bahan pangan program ini.

Tak hanya itu, lebih dari 11.900 dapur MBG atau Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (UPPG) kini aktif beroperasi di seluruh Indonesia.

Dapur-dapur tersebut menjadi pusat kegiatan harian yang memastikan setiap menu yang disajikan memiliki nilai gizi seimbang dan diolah secara higienis.

Gita Kamath menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar proyek jangka pendek.

Ia berharap kolaborasi ini menjadi tonggak dalam pembangunan manusia Indonesia yang lebih kuat.

“Dengan sinergi antara riset, kebijakan, dan aksi nyata, kami yakin Indonesia bisa menjadi contoh dunia dalam penyediaan makanan bergizi untuk anak-anak,” katanya.

Program ini menjadi bukti bahwa masa depan cerah tidak hanya dibangun dengan teknologi dan ekonomi, tetapi juga dari hal paling dasar sebuah piring makan yang bergizi untuk setiap anak bangsa.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.