Banten

Modus Licik Kuasai Harta: Istri Disekap di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan, Disuntik Obat Hingga Tak Berdaya

Abdurahman | 10 Maret 2026, 07:12 WIB
Modus Licik Kuasai Harta: Istri Disekap di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan, Disuntik Obat Hingga Tak Berdaya
Seorang istri diduga sengaja "dilenyapkan" kewarasannya dan dijebloskan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Soeharto Heerdjan oleh suaminya sendiri (Tangkapan layar YouTube)

AKURAT BANTEN– Sebuah skandal mengerikan yang melibatkan dugaan penyalahgunaan institusi medis kini tengah mengguncang publik.

Seorang istri diduga sengaja "dilenyapkan" kewarasannya dan dijebloskan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Soeharto Heerdjan oleh suaminya sendiri. Motifnya sangat klasik namun keji: Penguasaan harta dan aset.

Kisah memilukan ini mendadak viral setelah video amatir dari pihak keluarga korban beredar luas di media sosial, memperlihatkan kondisi korban yang sangat mengenaskan di balik jeruji bangsal jiwa.

Baca Juga: Bukan Cuma TikTok dan IG! Ternyata 8 Jenis Aplikasi Ini Bakal Blokir Akun Anak Mulai 28 Maret

Disekap dalam Kondisi Tangan Terikat

Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram @nyogjabanget, terlihat jelas kondisi sang istri yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Bukan sekadar dirawat, kedua tangannya tampak diikat kuat, sebuah prosedur yang biasanya hanya dilakukan pada pasien gaduh gelisah (amuk).

Namun, narasi di dalam video tersebut mengungkap fakta lain. Sang istri disebut dalam kondisi sadar dan sehat sebelum akhirnya "dipaksa" menjadi pasien jiwa setelah sempat terlibat cekcok rumah tangga terkait permintaan cerai.

Baca Juga: Dunia Gempar! Iran Rilis Video 'Kekalahan' AS: Ekspresi Donald Trump Jadi Sorotan Tajam!

Dugaan Suntik Paksa dan Penyuapan Oknum

Salah satu poin paling tajam dalam kasus ini adalah tuduhan adanya praktik kotor di lingkungan rumah sakit. Perekam video, yang merupakan kerabat korban, menuding sang suami telah memberikan suap kepada oknum tertentu agar sang istri terus-menerus disuntik obat penenang.

"Sama suaminya dibawa ke sini, dibikin gila anak lo karena mau aset dan harta gue doang! Tadi dapet tiga [suntikan] juga disuap sama suaminya," teriak perekam video dalam balutan emosi yang meledak.

Keluarga menyebut bahwa suntikan obat tersebut membuat korban lemas dan tak berdaya, seolah-olah dipaksa untuk terlihat seperti pengidap gangguan jiwa berat agar sang suami memiliki alasan hukum untuk menguasai seluruh aset keluarga.

Baca Juga: Ngeri! Donald Trump Hadapi Skenario Terburuk di Iran, Sejarah Kelam Amerika Kembali Menghantui

Kronologi Skenario "Gila Harta"

Dugaan skenario ini disinyalir bermula saat sang istri meminta cerai. Sang suami, yang terekam kamera CCTV dalam kondisi emosi meluap, diduga tidak terima kehilangan kendali atas istrinya—terutama atas harta yang dimiliki.

Alih-alih menyelesaikan konflik secara hukum di Pengadilan Agama, sang suami justru menempuh jalur pintas dengan membawa istrinya ke RSJ. Di sana, korban dikabarkan mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, termasuk tidak diberikan pakaian dalam yang layak, yang semakin memperburuk kondisi psikisnya.

Baca Juga: Insiden Laka Lantas di Jalan Raya Jatiuwung Kota Tangerang, Sebabkan Korban Pengendara Motor Tewas Ditempat

Netizen Desak Komnas HAM dan Polisi Bergerak

Kasus ini langsung memicu gelombang kemarahan netizen. Banyak yang mempertanyakan bagaimana prosedur administrasi di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan sehingga seseorang bisa dengan mudah dimasukkan dan "diikat" hanya berdasarkan laporan sepihak dari suami tanpa pemeriksaan independen yang transparan.

Kini, publik mendesak Komnas HAM dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas:

Audit Prosedur Medis: Apakah ada malpraktik atau kerja sama ilegal antara suami dan oknum RSJ?

Perlindungan Korban: Segera memindahkan korban ke tempat yang aman untuk pemeriksaan ulang oleh tim dokter independen.

Penyitaan Aset: Memastikan harta korban tidak berpindah tangan selama proses hukum berjalan.

Hingga saat ini, pihak RSJ Dr. Soeharto Heerdjan belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan serius yang mencoreng nama baik institusi tersebut. Namun, tekanan publik terus menguat agar keadilan ditegakkan bagi sang istri yang kini terjebak dalam "penjara" medis tersebut.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman