Banten

Cekcok Maut Karena Izin Nikah Lagi, Istri di Tangerang Nekat Ayunkan Golok ke Suami Hingga Tewas

Abdurahman | 7 Maret 2026, 07:43 WIB
Cekcok Maut Karena Izin Nikah Lagi, Istri di Tangerang Nekat Ayunkan Golok ke Suami Hingga Tewas
Kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kamar pasangan suami istri yang terjadi cekcok membawa maut di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (Foto: Istimewa)

AKURAT BANTEN– Sebuah rumah di Kampung Pinang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mendadak mencekam. Niat seorang pria berinisial J alias Andi (53) untuk membina rumah tangga baru justru berakhir tragis di tangan istrinya sendiri, EM (25).

Hanya karena dipicu kalimat "ingin nikah lagi", pertengkaran hebat pecah hingga berujung pada aksi pembunuhan sadis menggunakan sebilah golok pada Kamis malam (5/3/2026).

Baca Juga: Getir tapi Bangga, Pesan Menyentuh Ikang Fawzi Saat Putri Bungsunya Nekat Menuju Gaza

Kronologi Awal: Bermula dari Masalah Pakaian

Ketegangan sebenarnya sudah mulai memuncak sejak korban tiba di rumah EM, yang merupakan istri keduanya, sekitar pukul 18.00 WIB. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, menjelaskan bahwa perselisihan awalnya dipicu hal sepele.

Korban yang baru selesai mandi marah karena ibu mertuanya, SR, tidak segera menyiapkan pakaian untuknya. EM yang melihat ibunya dibentak pun tidak terima, hingga adu mulut antara pasangan suami istri ini tak terhindarkan.

Baca Juga: Kabar Terkini Zidan: Kisah Pilu Bocah 12 Tahun yang ‘Menyerahkan’ Adiknya demi Masa Depan

Pernyataan Poligami yang Membakar Emosi

Keduanya kemudian masuk ke dalam kamar untuk menyelesaikan masalah. Namun, situasi justru makin panas ketika korban secara terang-terangan menyatakan ingin menikah lagi (poligami).

Kalau mau nikah, nikah saja, tapi lepasin aku!" teriak EM sesaat sebelum petaka itu terjadi. Kalimat yang semula adalah tuntutan cerai, berubah menjadi saksi bisu berakhirnya nyawa sang suami di tangan istri sendiri.

"Kalau mau nikah, nikah saja, tapi lepasin aku!" teriak EM saat itu.

Bukannya meredakan suasana, korban justru menjawab dengan nada menantang, "Ya iya, apa urusan kamu? Hak saya mau nikah lagi!"

Mendengar jawaban tersebut, EM merasa sangat sakit hati dan terdesak. Korban yang emosinya meluap bahkan sempat memukul kaca lemari hingga hancur berkeping-keping, menciptakan suasana yang kian intimidatif bagi EM.

Baca Juga: Heboh Link Video Xysil di Media Sosial: Mengapa Netizen Begitu Penasaran?

Detik-Detik Penyerangan Fatal

Dalam kondisi panik dan merasa terancam, mata EM tertuju pada sebilah golok yang tersimpan di dalam lemari. Tanpa pikir panjang, ia meraih senjata tajam tersebut dan melayangkannya ke arah sang suami.

Setidaknya ada empat kali serangan yang dilancarkan EM. Meski serangan pertama sempat tertahan karena sarung golok belum terlepas, serangan-serangan berikutnya mengenai bagian vital korban. J alias Andi mengalami luka parah di bagian kepala, tangan yang digunakan untuk menangkis, serta kaki.

Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WIB akibat luka fatal yang dideritanya.

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah? Al-Aqsa Kosong Melompong di Bulan Ramadan, Ini Penyebabnya

Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

Sadar akan perbuatannya yang fatal, EM tidak memilih untuk melarikan diri. Pada Jumat pagi (6/3/2026), wanita muda ini mendatangi Mapolresta Tangerang untuk melaporkan dirinya sendiri.

"Terduga pelaku datang sendiri ke kantor polisi dan mengakui perbuatannya," ujar Kombes Maruli.

Saat ini, polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa golok dan pakaian korban. Jenazah korban pun telah dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk proses autopsi. EM kini terancam hukuman berat atas tindakan nekatnya yang menghilangkan nyawa sang suami. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman