Gus Ipul Buka-bukaan soal PBI JKN, Jutaan Warga Miskin Belum Dapat Manfaat

AKURAT BANTEN - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengakui masih adanya persoalan serius dalam penyaluran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN). Pemerintah menemukan fakta bahwa jutaan warga miskin belum terdaftar sebagai penerima bantuan, sementara sebagian masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu justru masih menikmati fasilitas tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, dalam rapat bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan, ketidaktepatan sasaran ini menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah di sektor perlindungan sosial.
Baca Juga: BRICS Susun Arah Baru Keuangan Dunia, Perlahan Lepas dari Bayang-Bayang Dolar AS
Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Gus Ipul mengungkapkan terdapat sekitar 54 juta penduduk miskin dan rentan miskin yang seharusnya masuk sebagai penerima PBI JKN, namun hingga kini belum terakomodasi dalam program tersebut.
Di sisi lain, data pemerintah juga menunjukkan adanya sekitar 15 juta orang dari kelompok ekonomi menengah ke atas yang masih tercatat sebagai penerima bantuan iuran jaminan kesehatan. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya akurasi pendataan dalam sistem perlindungan sosial nasional.
Baca Juga: Geger! Mayat Tanpa Kepala dan Isi Perut Hilang Ditemukan di Pesisir Danau Tempe
“Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI jumlahnya sangat besar, mencapai lebih dari 54 juta jiwa. Sementara itu, desil 6 sampai 10 dan non-desil justru masih sekitar 15 juta jiwa yang terlindungi,” kata Gus Ipul dalam rapat tersebut.
Ia menambahkan, ketimpangan tersebut menunjukkan masih kuatnya masalah kesalahan inklusi dan eksklusi.
Kelompok yang seharusnya menjadi prioritas justru tertinggal, sementara mereka yang tidak lagi memenuhi kriteria masih tercantum sebagai penerima manfaat.
Baca Juga: Cara Memilih Prodi SNBP agar Peluang Lolos Lebih Besar, Banyak Siswa Salah Strategi
Menurut Gus Ipul, data tersebut merupakan hasil pemutakhiran terakhir pada tahun 2025. Pemerintah kini mulai menjadikan pendekatan pembagian desil ekonomi sebagai dasar utama untuk memperbaiki ketepatan sasaran PBI JKN ke depan.
Dalam upaya pembenahan, Kementerian Sosial menggandeng pemerintah daerah untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi data penerima. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Baca Juga: Viral! Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Terima Gaji Pertama Rp15 Ribu, Kok Bisa?
Meski demikian, Gus Ipul mengakui bahwa proses perbaikan data bukan perkara mudah. Mobilitas penduduk, perubahan kondisi ekonomi, serta keterbatasan pembaruan data di tingkat bawah masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan data yang benar-benar akurat.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen terus memperbaiki sistem pendataan agar program PBI JKN benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan dan tidak lagi menyisakan ketimpangan dalam akses layanan kesehatan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik







