Banten

Dahsyatnya Sedekah Subuh: Ini 5 Amalan Ringan Setelah Subuh yang Pahalanya Setara Haji dan Umrah!

Saeful Anwar | 4 Oktober 2025, 20:16 WIB
Dahsyatnya Sedekah Subuh: Ini 5 Amalan Ringan Setelah Subuh yang Pahalanya Setara Haji dan Umrah!

AKURAT BANTEN-Banyak dari kita yang terlanjur mengira pahala besar hanya bisa diraih lewat ibadah wajib yang 'berat'.

Kita mengejar malam lailatul qadar atau berpuasa Daud, padahal ada momen emas yang sering terabaikan: Waktu setelah shalat Subuh.

Pagi hari adalah waktu yang sarat keberkahan. Saat dunia baru menggeliat, setiap orang yang memanfaatkan momen sunyi ini untuk mendekat kepada Allah akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa, bahkan setara dengan ibadah haji dan umrah yang sempurna!

Lalu, amalan ringan apa saja yang bisa Anda lakukan di jam-jam pertama hari itu? Singkirkan selimut Anda, tunda dulu urusan media sosial, dan simak 5 harta karun pahala setelah Subuh ini.

Baca Juga: 3 Destinasi Wajib Kunjung di Tanah Datar: Keindahan Sejarah dan Panorama Alam Bak Surga Dunia!

1. Dzikir Pagi dan I’tikaf Singkat: Pahala Haji dan Umrah Sempurna!

Ini adalah amalan paling dahsyat yang sering dilupakan. Setelah selesai shalat Subuh, jangan langsung beranjak atau kembali tidur.

Duduklah sejenak di tempat shalat Anda, berdzikir, dan membaca wirid pagi.

Kunci Emasnya:

Lakukan i'tikaf singkat ini—tetap duduk di tempat shalat sambil berdzikir, membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil—hingga matahari terbit (sekitar 15-20 menit setelah terbit), lalu akhiri dengan Shalat Isyraq (dua rakaat, yang merupakan permulaan dari Shalat Dhuha).

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah. Sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi).

Bayangkan, hanya dengan menyisihkan waktu kurang dari satu jam, Anda bisa mengantongi pahala haji dan umrah yang sempurna!

Baca Juga: Tiga Situ di Kabupaten Serang Hilang, Diduga Beralih Fungsi Jadi Kawasan Industri

2. Sedekah Subuh: Aksi Kecil, Doa Malaikat

Waktu Subuh adalah momen di mana dua malaikat turun ke bumi. Satu malaikat berdoa, "Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak." Sementara malaikat yang lain berdoa, "Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedekah di waktu Subuh memiliki keutamaan luar biasa. Anda bisa memulainya dengan cara yang sangat sederhana:

Masukkan uang terbaik Anda ke dalam kotak amal di masjid setelah Subuh.

Sisihkan uang di kotak sedekah khusus di rumah Anda setiap pagi.

Beli makanan dan berikan kepada orang yang membutuhkan di jalanan saat Anda mulai beraktivitas.

Kekuatan Sedekah Subuh: Selain mendatangkan keberkahan harta dan memudahkan rezeki, sedekah ini diiringi langsung oleh doa malaikat yang mustajab!

Baca Juga: Tiga Tahun Dibiarkan, Pemerintah Kota Tangerang Mandul Hadapi Pengembang Nakal

3. Menghidupkan Pagi dengan Al-Qur’an

Pagi hari adalah waktu yang tenang, di mana hati dan pikiran Anda masih jernih. Gunakan ketenangan ini untuk membangun fondasi spiritual yang kuat dengan membaca Al-Qur’an.

Rasulullah SAW bersabda bahwa membaca Al-Qur’an di waktu fajar disaksikan oleh Malaikat Malam dan Malaikat Siang (QS Al-Isra: 78).

Strategi Praktis:

Tidak perlu langsung menargetkan satu juz. Konsistensi lebih berharga dari kuantitas. Cukup tentukan satu atau dua halaman setiap pagi.

Membaca Surat Yasin, Al-Waqiah, atau Al-Mulk juga sangat dianjurkan untuk membuka pintu rezeki dan ketenangan batin sebelum Anda berhadapan dengan hiruk-pikuk dunia.

Baca Juga: KRISIS KESEHATAN: 1.562 Orang Diperiksa, 9 Terkontaminasi Radioaktif Cs-137 di Cikande

4. Shalat Dhuha: Pintu Rezeki dan Penghapus Dosa

Jika Anda harus bergegas beraktivitas dan melewatkan Shalat Isyraq, jangan khawatir! Masih ada Shalat Dhuha yang bisa Anda laksanakan.

Waktu terbaiknya adalah sekitar 15 menit setelah matahari terbit (waktu Shalat Isyraq) hingga menjelang waktu Zuhur.

Shalat sunnah ini dikenal sebagai Shalat Awwabin (orang yang kembali kepada Allah), pintu rezeki, dan amalan yang dapat menghapus dosa-dosa Anda.

Cukup kerjakan dua rakaat saja, Anda sudah mendapatkan kebaikan. Namun, jika Anda mampu melakukannya empat, enam, bahkan delapan rakaat, pahalanya tentu akan berlipat ganda.

Baca Juga: DEDDY CORBUZIER Mengamuk: 'Bukankah Perceraian Sifatnya Tertutup?' Bongkar Pelanggaran PA Jaksel

5. Merancang Hari dengan Niat Ibadah

Pahala tidak selalu berbentuk ritual. Kegiatan duniawi Anda juga bisa menjadi ladang pahala yang mengalir deras, asalkan Anda memulainya dengan niat yang benar di pagi hari.

Menulis Jurnal Syukur: Catat 3-5 hal yang Anda syukuri hari itu. Bersyukur adalah magnet rezeki dan bentuk ibadah hati.

Membantu Pekerjaan Rumah: Mencuci piring, merapikan tempat tidur, atau menyiapkan sarapan untuk keluarga dengan niat membahagiakan orang terdekat adalah bagian dari ibadah sosial yang mulia.

Merencanakan Hari: Tulis daftar pekerjaan Anda dan niatkan setiap tugas—bekerja, belajar, atau berbisnis—sebagai ibadah karena mencari nafkah yang halal dan bermanfaat bagi umat.

Hal-hal kecil ini mungkin terlihat sepele, tapi jika dilakukan dengan niat yang ikhlas di awal pagi, ia akan menjadi bekal spiritual yang menemani Anda sepanjang hari.

Baca Juga: Bukan Isu! PERPRES 79 Tahun 2025 Sah!: Prabowo Balas Jasa ASN, Gaji Naik Gila-Gilaan Hingga 12 Persen, Rapel Cair November!

Jadikan Pagi Anda Istimewa

Pagi adalah waktu yang istimewa. Setelah menunaikan Subuh, jangan biarkan kesempatan emas untuk panen pahala terlewat begitu saja.

Sisihkan sedikit waktu Anda untuk berinvestasi akhirat melalui dzikir, Al-Qur'an, sedekah, Shalat Isyraq, atau amal baik lainnya.

Dengan memanfaatkan waktu pagi secara maksimal, Anda tidak hanya memperkaya tabungan pahala, tetapi juga melapangkan rezeki, menenangkan hati, dan menyiapkan diri dengan energi spiritual yang positif untuk menghadapi hari.

Yuk, putuskan mulai hari ini, jadikan waktu setelah Subuh sebagai prime time Anda untuk nabung pahala sebanyak-banyaknya! (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman