Banten

Jangan Asal Makan, Ini Cara Berbuka Puasa yang Sehat dan Dianjurkan Ahli

Riski Endah Setyawati | 20 Februari 2026, 04:08 WIB

Akurat Banten - Berbuka puasa sering kali menjadi momen yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Namun, di balik rasa lega tersebut, banyak orang justru keliru dalam memilih cara berbuka sehingga berdampak pada kesehatan.

Alih-alih memulihkan energi, kebiasaan makan berlebihan saat berbuka justru bisa memicu gangguan pencernaan hingga rasa lemas setelah makan.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa cara berbuka puasa yang baik bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga menjaga keseimbangan tubuh.

Langkah pertama yang disarankan adalah membatalkan puasa dengan makanan ringan terlebih dahulu.

Kurma dan air putih menjadi pilihan yang sering direkomendasikan karena mudah dicerna dan mampu mengembalikan energi secara perlahan.

Kandungan gula alami dalam kurma membantu menaikkan kadar gula darah tanpa memberikan efek kaget pada tubuh.

Selain itu, minum air putih saat berbuka juga penting untuk menghidrasi tubuh setelah seharian kekurangan cairan.

Setelah itu, tubuh sebaiknya diberi jeda sebelum mengonsumsi makanan utama.

Memberi waktu sekitar 10 hingga 15 menit dapat membantu sistem pencernaan beradaptasi kembali.

Baca Juga: Resmi THR PNS, TNI dan Polri Cair di Awal Puasa 2026 Dompet ASN Bakal Tebal Sebelum Lebaran

Kebiasaan ini juga mencegah makan berlebihan yang sering terjadi karena rasa lapar yang berlebihan.

Dalam memilih menu utama, penting untuk memperhatikan komposisi makanan yang seimbang.

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta vitamin sangat dianjurkan agar energi tubuh kembali stabil.

Hindari langsung mengonsumsi makanan berminyak atau terlalu manis dalam jumlah besar karena dapat membuat perut terasa tidak nyaman.

Fakta menariknya, banyak orang merasa cepat mengantuk setelah berbuka karena mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan.

Hal ini disebabkan oleh lonjakan gula darah yang kemudian turun secara drastis.

Oleh karena itu, menjaga pola makan saat berbuka sangat penting untuk mempertahankan stamina selama malam hari.

Selain makanan, cara makan juga perlu diperhatikan.

Mengunyah makanan secara perlahan membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Kebiasaan makan cepat justru dapat menyebabkan kembung dan rasa begah.

Tak hanya itu, mengontrol porsi makan juga menjadi kunci penting.

Berbuka bukan berarti balas dendam dengan makan sebanyak-banyaknya.

Porsi yang cukup dan seimbang justru lebih baik untuk menjaga kesehatan tubuh selama bulan puasa.

Tips lainnya adalah menghindari minuman dingin secara berlebihan saat berbuka.

Meskipun terasa menyegarkan, minuman yang terlalu dingin dapat membuat perut kaget dan memicu gangguan pencernaan.

Sebagai alternatif, minuman hangat atau suhu ruang lebih dianjurkan.

Selain itu, penting juga untuk tidak melewatkan makan sahur sebagai bagian dari pola makan yang sehat selama puasa.

Baca Juga: Menperin Tegas Tolak Impor 70 Ribu Pick Up dan Sebut Produksi Lokal Bisa Dongkrak Ekonomi Rp27 Triliun

Sahur yang baik akan membantu menjaga energi sepanjang hari sehingga tidak terlalu lapar saat berbuka.

Dengan begitu, risiko makan berlebihan saat berbuka pun bisa diminimalkan.

Menariknya, menjaga pola berbuka yang sehat juga berdampak pada kualitas ibadah selama bulan puasa.

Tubuh yang terasa ringan dan bertenaga akan membuat aktivitas malam seperti tarawih menjadi lebih nyaman.

Sebaliknya, jika berbuka secara berlebihan, tubuh justru terasa berat dan malas bergerak.

Kesadaran akan pentingnya pola berbuka yang benar perlu terus ditingkatkan.

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga melatih disiplin dalam menjaga pola hidup sehat.

Dengan memilih cara berbuka yang tepat, manfaat puasa bisa dirasakan secara maksimal, baik secara fisik maupun mental.

Maka dari itu, mulai sekarang, ubah kebiasaan berbuka menjadi lebih sehat dan teratur agar tubuh tetap bugar sepanjang bulan puasa.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.