Banten

Tragis! Kronologi Bocah di Sukabumi Disiksa Ibu Tiri: Dipaksa Minum Air Mendidih Hingga Napas Terhenti

Abdurahman | 22 Februari 2026, 08:07 WIB
Tragis! Kronologi Bocah di Sukabumi Disiksa Ibu Tiri: Dipaksa Minum Air Mendidih Hingga Napas Terhenti


AKURAT BANTEN-Dunia maya tengah diguncang oleh berita memilukan dari Sukabumi. Seorang anak tak berdosa harus meregang nyawa di tangan orang yang seharusnya menjadi pelindungnya.

Kasus ini bukan sekadar kekerasan biasa, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mengiris hati.

Berikut adalah kronologi lengkap dan fakta-fakta tajam di balik peristiwa memilukan tersebut.

Baca Juga: Nasib Bule Selandia Baru yang Ngamuk Saat Tadarusan di Gili Trawangan: Sudah Berani Ancam Warga, Ternyata 'Turis Ilegal'

1. Awal Mula Kecurigaan: Luka yang Tak Wajar

Peristiwa ini terungkap saat korban, seorang bocah laki-laki, dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Awalnya, pihak keluarga (ibu tiri) berdalih bahwa anak tersebut sakit alami.

Namun, tim medis menemukan luka bakar serius di area mulut dan tenggorokan, serta bekas lebam di sekujur tubuh yang tidak bisa dijelaskan secara medis sebagai "penyakit biasa".

Baca Juga: Hina Nabi Muhammad di TikTok, Pemuda Ini Kini Meringkuk di Sel Polda Aceh: Tidak Ada Restorative Justice!

2. Kekejaman di Luar Nalar: Air Panas sebagai Senjata

Berdasarkan hasil investigasi pihak kepolisian, terungkap fakta yang mengerikan. Korban diduga kuat disiksa secara bertubi-tubi.

Puncaknya, sang ibu tiri tega memaksa korban meminum air panas mendidih.

Tindakan keji ini menyebabkan kerusakan organ dalam yang sangat parah.

Bisa dibayangkan rasa sakit yang dialami bocah malang tersebut saat cairan panas merusak jaringan kerongkongannya.

Baca Juga: Cita-Cita Menjadi Kiai Terkubur Selamanya: Kisah Tragis NS, Bocah 12 Tahun di Sukabumi yang Diduga Dianiaya Ibu Tiri

3. Motif Tersembunyi: Emosi yang Tak Terkendali?

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif utama pelaku. Namun, dugaan sementara mengarah pada:

Ketidaksiapan Mental: Kesulitan mengasuh anak sambung yang berujung pada pelampiasan amarah.

Masalah Ekonomi/Keluarga: Tekanan hidup yang salah sasaran hingga mengorbankan nyawa anak kecil.

Baca Juga: Benarkah UU Halal Dilanggar? Kesepakatan Dagang RI-AS Izinkan Produk Tanpa Sertifikasi, Kok Bisa?

4. Upaya Medis yang Kandas

Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawa korban tidak tertolong.

Kerusakan pada saluran pernapasan dan pencernaan akibat air panas, ditambah trauma fisik lainnya, membuat kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Mengapa Kasus Ini Harus Menjadi Perhatian Kita?

Kasus di Sukabumi ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak seringkali terjadi di balik pintu yang tertutup rapat.

Baca Juga: Gara-Gara Suara 'Tek-Tek' Padel, Warga Cilandak Protes: Pramono Anung Siap Segel Lapangan Tak Berizin!

Catatan Penting: Jika Anda melihat atau mendengar adanya indikasi kekerasan pada anak di

lingkungan sekitar, jangan ragu untuk melapor ke pihak berwajib atau Komnas Perlindungan Anak.

Diam adalah bentuk pembiaran.

Status Hukum Pelaku

Saat ini, pelaku telah diamankan oleh Polres Sukabumi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Publik mendesak agar pelaku dijerat dengan hukuman maksimal sesuai UU Perlindungan Anak, mengingat kekejaman yang dilakukan jauh di luar batas kemanusiaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman