Dari OB dan Tukang Ojek Jadi Raja Properti, Prabowo Angkat Topi untuk Generasi Pejuang

Akurat Banten - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menyoroti kisah inspiratif anak bangsa yang membuktikan bahwa kerja keras dapat mengalahkan segala keterbatasan.
Dalam sebuah acara peresmian ribuan rumah subsidi di Bogor, Prabowo menyampaikan rasa hormatnya kepada dua pengusaha muda, Angga dan Wawan, yang sukses membangun bisnis properti bernilai miliaran rupiah meski berangkat dari latar belakang sederhana.
“Saya jenderal, saya hormat sama kau,” ucap Prabowo dengan nada tegas sambil memberi hormat, ketika memperkenalkan Angga dan Wawan di hadapan ribuan peserta acara akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Kisah Angga memang penuh perjuangan.
Delapan tahun silam, ia hanya bekerja sebagai office boy di perusahaan perumahan.
Namun, berbekal tekad, ia kini memimpin Pesona Kahuripan Group, pengembang yang mampu membangun ribuan rumah subsidi setiap tahun.
Tahun depan, targetnya mencapai 6.000 unit rumah dengan proyeksi keuntungan fantastis hingga Rp120 miliar.
“Beliau bisa menghasilkan keuntungan sampai Rp120 miliar setahun, tanpa mencuri, tanpa korupsi.
Ini adalah putra bangsa yang harus kita banggakan,” ujar Prabowo.
Tak kalah menginspirasi, perjalanan Wawan juga menyedot perhatian publik.
Dulunya ia mengandalkan penghasilan dari profesi tukang ojek.
Kini, ia berhasil menjadi pengembang yang mampu membangun hingga 2.000 unit rumah dalam setahun dengan proyeksi laba puluhan miliar rupiah.
Tahun depan, targetnya bahkan lebih besar yaitu 6.000 rumah dengan keuntungan diperkirakan mencapai Rp150 miliar.
Baca Juga: Bulog Incar Peran Strategis Kelola Cadangan Gula Pemerintah, Petani dan Konsumen Jadi Fokus Utama
Presiden menilai bahwa dua sosok ini adalah simbol masa depan Indonesia yang cerah.
“Ini masa depan kita. Orang sederhana, tidak punya koneksi, tetapi dengan kerja keras bisa berhasil luar biasa,” tuturnya.
Prabowo juga menekankan bahwa kisah sukses Angga dan Wawan membuktikan bahwa kesempatan terbuka luas bagi siapa pun.
“Saya percaya di mana-mana ada Angga-Angga dan Wawan-Wawan lain yang siap maju. Ini warga negara yang kita banggakan,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, turut memberikan penjelasan mengenai kiprah keduanya.
Menurutnya, Angga pada tahun lalu membangun 2.400 rumah, tahun ini 3.000 unit, dan tahun depan ditargetkan dua kali lipat.
Dengan hitungan sederhana, satu rumah subsidi memberikan keuntungan sekitar Rp20 juta.
“Jadi berapa untungnya tahun ini?” tanya Maruarar.
“Rp72 miliar, Pak,” jawab Angga.
Dialog itu pun disambut riuh tepuk tangan audiens yang hadir.
Kisah Angga dan Wawan menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh modal besar atau latar belakang keluarga.
Baca Juga: Rumah Kontrakan di Pinang Jadi Pabrik Oplosan Gas LPG
Justru kerja keras, ketekunan, serta integritas yang menjadi fondasi utama.
Prabowo menutup sambutannya dengan menyalami keduanya sebagai bentuk penghormatan.
Gestur tersebut bukan hanya simbol penghargaan, tetapi juga pesan kuat bahwa negara akan selalu berada di sisi rakyat yang mau berjuang.
Dengan cerita nyata dari dua pemuda yang pernah hanya bermimpi, harapan bagi generasi muda Indonesia untuk terus bangkit semakin nyata: bahwa dari titik nol pun, jalan menuju kesuksesan tetap terbuka lebar.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






