Banten

Bulog Incar Peran Strategis Kelola Cadangan Gula Pemerintah, Petani dan Konsumen Jadi Fokus Utama

Moehamad Dheny Permana | 30 September 2025, 14:15 WIB
Bulog Incar Peran Strategis Kelola Cadangan Gula Pemerintah, Petani dan Konsumen Jadi Fokus Utama

Akurat Banten - Perum Bulog mulai melirik peran baru dalam menjaga stabilitas pangan nasional dengan mengusulkan diri sebagai penyelenggara Cadangan Gula Pemerintah (CGP).

Langkah ini dianggap penting untuk menekan fluktuasi harga gula di pasaran sekaligus memastikan kesejahteraan petani tebu yang selama ini kerap menghadapi ketidakpastian harga.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan langsung usulan tersebut dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI.

Ia menegaskan bahwa Bulog siap menjalankan peran ini asalkan mendapat mandat resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) selaku lembaga yang saat ini memegang kewenangan kebijakan CGP.

“Diperlukan kebijakan operasional dari Bapanas untuk menugaskan Bulog menyelenggarakan cadangan gula pemerintah, baik dari produksi dalam negeri maupun impor,” ujarnya.

Menurut Ahmad Rizal, skema yang ditawarkan Bulog mengadopsi pola serupa dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang selama ini sukses dikelola perusahaan tersebut.

Dalam konsep itu, terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus.

Pertama, penetapan harga pokok pembelian (HPP) tebu yang dianggap krusial agar petani tidak merugi saat musim panen tiba.

Baca Juga: Aksi Penyelundupan iPhone di Batam Kembali Digagalkan, Bea Cukai Perketat Pengawasan Jalur Laut

Kedua, adanya mekanisme harga pokok penjualan di gudang Bulog yang dihitung secara transparan bersama para pemangku kepentingan, termasuk industri gula dan importir.

Ketiga, penetapan harga eceran tertinggi (HET) yang mempertimbangkan seluruh biaya distribusi, sehingga harga tetap terjangkau baik untuk gula kristal putih di masyarakat maupun gula rafinasi bagi industri.

Bulog menilai sistem ini akan menciptakan keseimbangan baru di sektor gula nasional.

Dengan harga yang terkendali, petani dapat menikmati hasil panen dengan nilai yang pantas, sementara konsumen tidak dibebani harga terlalu tinggi.

“Jadi gula pun nanti harganya lebih terkendali. Termasuk juga menjamin supaya para petani tebu bisa mendapatkan harga yang diinginkan, tidak terlalu rendah,” kata Ahmad Rizal.

Ia menambahkan bahwa penyerapan gula oleh Bulog nantinya akan dilakukan setiap musim panen sehingga petani memiliki kepastian pasar.

Kebijakan ini juga diyakini bisa menjadi solusi saling menguntungkan.

“Jadi win-win solution-lah. Kita memperhatikan petani supaya dapat harga layak, tapi di sisi lain konsumen juga tidak terlalu mahal dengan harga gula tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Live Streaming Film G30S PKI Klik di Sini, Alasan Kenapa Harus Nonton Film Zaman Soeharto Ternyata Bikin Kaget

Jika usulan ini disetujui, maka peran Bulog tidak lagi hanya terbatas pada beras, melainkan juga meluas pada komoditas strategis lain yang sensitif terhadap gejolak harga.

Dengan pengalaman panjang di bidang distribusi pangan, Bulog optimistis bisa menjalankan amanah baru ini tanpa mengganggu tugas utama yang sudah diemban selama ini.

Pemerintah bersama DPR RI kini masih membahas detail teknis terkait usulan tersebut.

Namun yang jelas, inisiatif Bulog menunjukkan adanya keseriusan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan komoditas secara lebih profesional dan terintegrasi.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.