Doa Yatim Iringi Kebangkitan PWI: Akhmad Munir Resmi Bawa "Rumah Lama" Kembali Hidup

Babak baru PWI, kembali ke lantai 4 Gedung Dewan Pers setelah setahun 'Vakum' penuh drama
AKURAT BANTEN – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, hari ini.
Ruangan yang selama setahun terakhir 'mati suri' akibat drama dualisme kepengurusan, kini kembali hidup—ditandai dengan Tasyakuran dan Doa Bersama Anak Yatim yang digelar oleh pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Akhmad Munir.
Sekitar 72 anak yatim piatu dari Yayasan Al-Hikmah dan Yayasan Harun Ar-Rasyid menjadi tamu kehormatan.
Doa-doa tulus mereka mengiringi momen sakral kembalinya organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia itu ke "rumah lama" mereka, yang sempat disegel sejak 1 Oktober 2024.
Momen tasyakuran ini bukan sekadar pesta kecil, melainkan simbol ruwatan—ikhtiar spiritual untuk membersihkan dan melancarkan jalan kepengurusan baru.
"Kami niatkan agar jalannya kepengurusan PWI Pusat 2025-2030 dilancarkan, di ridhoi, dan selalu senantiasa mendapat hidayah dari Allah," ujar Ak hmad Munir, didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari dan Sekjen Zulmansyah Sekedang.
Munir menekankan, tasyakuran ini adalah rasa syukur atas kelancaran proses pemilihan hingga PWI bisa kembali menempati kantor bersejarah ini.
"Saya sangat gembira hari ini yang akan mendoakan kita adalah anak-anak yatim yang insyaallah doanya akan diterima," tambah Dr. Firdaus Turmudzi, S.Ag., M.Hum yang memimpin doa.
Baca Juga: Bukan Hanya Jawa dan Sunda! Ini 5 Suku dengan Paras Wanita Paling Memukau di Tanah Air
Setahun Sunyi di 'Ruang Horor' Lantai 4
Kembalinya PWI ke Lantai 4 adalah penutup dari babak dramatis yang melelahkan.
Sejak 1 Oktober 2024, pintu kaca di lantai 4 ini ditutup rapat-rapat. Ruangan yang menjadi pusat denyut nadi pers nasional itu mendadak sunyi, menjadi bak "ruang horor"—kosong, dingin, tanpa kehidupan.
Pengosongan ini adalah dampak langsung dari Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 1103/DP/K/IX/2024, yang melarang PWI berkantor menyusul dualisme berkepanjangan (antara kubu Hendri CH Bangun dan Zulmansyah Sekedang).
Tak hanya kehilangan kantor, PWI juga sempat kehilangan kewenangan vitalnya dalam menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Namun, kegelapan itu berakhir pada Kamis (25/9/25). Dewan Pers, yang kini diketuai oleh Komaruddin Hidayat, secara resmi menyerahkan kembali kunci kantor kepada pengurus PWI Pusat 2025–2030 di bawah Akhmad Munir.
“Lantai 4 seperti ruang horor bila dibiarkan kosong. Kami lega akhirnya PWI bisa kembali beraktivitas di sini,” ujar Komaruddin Hidayat, yang datang bersama jajaran Dewan Pers lainnya.
Baca Juga: IJTI Banten Kecam Penghalangan Liputan Jurnalis Televisi di Pelabuhan Merak
Bukan Sekadar Kunci, tapi Simbol Kebangkitan
Bagi Akhmad Munir, penyerahan kunci ini lebih dari sekadar urusan fasilitas fisik. Ini adalah simbol kebangkitan PWI.
"Ini momentum penting untuk melanjutkan agenda organisasi, konsolidasi, penyelesaian dualisme, verifikasi anggota, hingga penyempurnaan PD/PRT," tegas Munir.
Dengan kembalinya PWI ke markas utama, program-program unggulan organisasi profesi ini harus segera digeber kembali.
UKW, Sekolah Jurnalistik Indonesia, dan berbagai pelatihan jurnalistik menjadi prioritas utama.
"Pers yang kuat, sehat, dan beretika hanya bisa dibangun lewat wartawan yang kompeten. Itulah tugas besar PWI ke depan," tutup Munir, menandai bahwa kini pintu kaca di Lantai 4 telah terbuka.
Lampu-lampu kembali menyala, meja-meja kembali terisi, dan riuh percakapan wartawan—yang sempat hilang selama setahun—kembali terdengar.
PWI kembali hidup, dimulai dari doa anak-anak yatim dan harapan baru untuk pers nasional yang lebih profesional dan berintegritas (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti


