Banten

Tas Berisi Laptop Ditemukan di Rooftop, Polisi Periksa 24 Saksi Kasus Kematian Diplomat

Moehamad Dheny Permana | 29 Juli 2025, 07:37 WIB
Tas Berisi Laptop Ditemukan di Rooftop, Polisi Periksa 24 Saksi Kasus Kematian Diplomat

Akurat Banten - Penyelidikan terkait kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan masih menyisakan sejumlah teka-teki, terutama setelah muncul temuan tas misterius milik korban.

Meski sudah ada puluhan saksi yang diperiksa, kepingan demi kepingan fakta belum sepenuhnya membentuk gambaran utuh mengenai penyebab kematian yang terjadi di sebuah kamar kos kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Sejak jenazah Arya ditemukan pada 8 Juli lalu, atensi publik terhadap kasus ini terus meningkat.

Wajar saja, Arya bukan sosok biasa.

Ia merupakan staf muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang dikenal cemerlang dan berdedikasi.

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya telah memeriksa 24 orang saksi dari berbagai latar belakang untuk mengungkap misteri tersebut.

Baca Juga: TNI Ditusuk 13 Kali di Blok M, Polisi Ungkap Kronologi dan Tangkap Pelaku

“Untuk saksi yang telah diperiksa sebanyak 24 orang,” kata Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak.

Dari jumlah tersebut, enam orang berasal dari tempat tinggal korban, termasuk penjaga kos yang sempat melihat aktivitas terakhir Arya. Satu orang saksi berasal dari pihak keluarga, yakni sang istri.

Sementara tujuh lainnya merupakan rekan kerja Arya di lingkungan Kemlu.

Tak hanya itu, enam saksi ahli juga turut dilibatkan dalam proses ini, termasuk forensik dan psikologi.

Empat saksi tambahan disebut-sebut memiliki keterkaitan langsung, seperti sopir taksi dan dokter yang sempat menangani korban dalam perawatan jalan.

Namun perhatian publik kini tertuju pada satu temuan penting yang disebut-sebut bisa membuka arah baru dalam penyelidikan.

Baca Juga: Gibran Tanggapi Usulan Ngantor di IKN: 'Kemarin Papua, Sekarang IKN, Pindah-pindah Terus!'

Sebuah tas milik Arya ditemukan di rooftop gedung Kemlu, satu hari setelah korban ditemukan tak bernyawa.

“Tas itu ditemukan di rooftop. Kalau berdasarkan keterangan dari tim penyelidik itu satu hari setelah tanggal 8 Juli, setelah korban ditemukan,” ungkap Reonald.

Tas tersebut ditemukan tepatnya di lantai 12, di area dekat tangga darurat. Lokasi yang tak lazim untuk meletakkan barang pribadi, terlebih jika memang Arya hendak membawa barang itu untuk keperluan kerja atau perjalanan.

Menurut Reonald, di dalamnya terdapat laptop, pakaian yang baru dibeli, beberapa obat-obatan, nota pembelian, dan alat-alat kantor.

Namun detail mengenai jenis obat masih belum dipublikasikan.

“Laptop, terus pakaian yang baru dibeli, terus ada beberapa obat-obatan, beberapa nota, alat-alat kantor,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa obat-obatan tersebut tidak bisa dijelaskan secara rinci karena bersifat pribadi.

Baca Juga: Pameran GIIAS 2025 Dibanjiri Warga, Fasilitas Test Drive Jadi Daya Tarik Utama

Muncul spekulasi di tengah masyarakat bahwa tas tersebut mungkin sengaja diletakkan oleh korban sebelum kejadian, atau bahkan oleh pihak lain setelahnya.

Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi pasti dari pihak penyidik.

Dengan saksi yang terus bertambah dan temuan-temuan yang mulai bermunculan, publik menantikan penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Harapan besar tertuju pada Polda Metro Jaya agar mampu menuntaskan kasus ini secara transparan dan menyeluruh.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.