Karyawan Wisata Pasir Putih Situbondo Tuntut Keadilan Usai Pemecatan Massal, Polisi Cegah Blokade Jalan Berkepanjangan

Akurat Banten - Puluhan mantan karyawan Wisata Bahari Pasir Putih di Situbondo, Jawa Timur, menggelar aksi spontan di kawasan wisata pantai tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh pemerintah daerah.
Aksi yang sempat menutup sebagian akses jalur Pantura itu segera diredam oleh aparat kepolisian dengan pendekatan persuasif.
Kabag Ops Polres Situbondo, Kompol Ma’ruf, turun langsung ke lokasi untuk berdialog dengan massa.
Ia menegaskan bahwa penutupan jalan nasional akan berdampak luas, terutama terhadap arus lalu lintas dan masyarakat umum.
“Kami menjelaskan kepada koordinator aksi bahwa penyampaian aspirasi harus tetap dalam koridor hukum. Alhamdulillah, setelah komunikasi yang cukup intens, massa akhirnya bersedia membubarkan diri dan membuka akses jalan,” ujarnya.
Menurutnya, pihak kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyuarakan pendapat, namun tetap menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum.
Beberapa petugas lalu lintas juga terlihat mengatur kendaraan guna mencegah kemacetan.
Baca Juga: Indonesia Gandeng Turki Bangun Industri Pesawat Tempur, Perkuat Kemandirian Pertahanan Nasional
Aksi itu dipicu oleh pemberhentian mendadak terhadap 72 karyawan kontrak yang selama ini bekerja di bawah naungan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Situbondo.
Para pekerja tersebut mengaku tak menerima kompensasi apa pun, meski sebagian dari mereka telah mengabdi selama puluhan tahun.
Fadoilul Rahman, salah satu karyawan terdampak, mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tidak dihargai setelah bertahun-tahun bekerja.
“Saya sudah 15 tahun bekerja di sini. Bahkan ada teman-teman saya yang sudah mengabdi lebih dari 30 tahun. Tapi hari ini kami diundang rapat, dan langsung diberitahu bahwa kami diberhentikan per 31 Juli. Tanpa uang pesangon, tanpa penghargaan,” tuturnya.
Ia menilai kebijakan ini menunjukkan kurangnya empati dari pemerintah terhadap kontribusi mereka selama ini.
Terlebih, pemberitahuan dilakukan secara mendadak tanpa proses transisi yang layak.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan pihaknya sedang berupaya melakukan pembenahan total terhadap pengelolaan objek wisata Pasir Putih.
“Wisata Pasir Putih ini perlu transformasi besar. Ini satu-satunya pantai pasir putih di Jawa Timur, tapi performanya kian menurun. Kami akan benahi dari sisi manajemen dan SDM,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan membuka ruang dialog untuk mencari solusi terbaik, termasuk memastikan agar proses penataan ulang tidak melanggar prinsip keadilan bagi para pekerja lama.
Sementara itu, suasana di lokasi wisata kini mulai kembali kondusif.
Akses jalan Pantura kembali normal, meskipun ketegangan antara mantan karyawan dan pemerintah daerah masih menyisakan pertanyaan besar soal keadilan ketenagakerjaan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti



