Pemprov Bengkulu Berlakukan Tanggap Darurat Usai Gempa 6,3 M, Ratusan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

AKURAT BANTEN - Gempa bumi dengan kekuatan 6,3 magnitudo yang mengguncang wilayah Bengkulu pada Jumat (24/5) meninggalkan kerusakan cukup parah di berbagai titik.
Pemerintah Provinsi Bengkulu pun bergerak cepat dengan menetapkan status tanggap darurat hingga 29 Mei 2025 demi mempercepat penanganan terhadap para korban dan wilayah terdampak.
Baca Juga: Jaksa dan ASN Dibacok di Deli Serdang, Kejagung Minta Aparat Segera Tangkap Pelaku
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sekitar 200 rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
Tak hanya permukiman, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, hingga kantor camat ikut terdampak. Banyak bangunan retak hingga roboh, membuat aktivitas warga lumpuh sementara.
Baca Juga: Remaja Gowa Diciduk Densus 88, Aktif Sebarkan Propaganda ISIS di Grup WhatsApp
“Warga yang rumahnya rusak berat langsung kami arahkan ke tempat pengungsian. Kami juga sudah distribusikan bantuan awal seperti logistik makanan, tenda darurat, hingga kebutuhan bayi dan lansia,” ujar seorang petugas BPBD Bengkulu yang ditemui di lokasi pengungsian sementara.
Baca Juga: Biar Semua Punya Peluang: Kemnaker Bakal Hapus Syarat Usia Kerja dan Good Looking!
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan lokal terus berjibaku melakukan evakuasi serta melakukan asesmen untuk memetakan wilayah yang mengalami dampak terparah. Sementara itu, para relawan medis dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat.
Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa saat ini tengah disiapkan skema bantuan perbaikan rumah bagi para korban, terutama mereka yang rumahnya dinyatakan rusak berat. Skema ini akan disesuaikan dengan pedoman rehabilitasi dan rekonstruksi bencana nasional yang pernah diterapkan di wilayah terdampak gempa sebelumnya seperti di Cianjur dan Lombok.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan penanganan pascagempa berjalan efektif.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi.
Baca Juga: Trump Ancam Apple! iPhone Harus Diproduksi di AS Jika Tak Mau Kena Tarif 25 Persen
“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan warga. Kami juga pastikan seluruh kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, dan tempat tinggal sementara akan terus dipenuhi,” tegas Suharyanto.
Meski kondisi mulai membaik, trauma masih menyelimuti sebagian warga. Banyak dari mereka masih memilih bertahan di luar rumah karena khawatir akan guncangan susulan. Pemerintah setempat terus melakukan sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana untuk mengurangi risiko di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 2Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 3BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 4Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 5Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
- 6Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap
- 7Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
- 8Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun
- 9Sesko Cedera Lagi, Manchester United Bisa Panik! 3 Striker Ini Berpotensi Jadi Solusi Januari 2027
- 10Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur







