Banten

Ratusan Siswa di Bogor Diduga Keracunan Makanan, Pemkot dan Badan Gizi Nasional Lakukan Penyelidikan

Cooky T. Adhikara | 12 Mei 2025, 07:00 WIB
Ratusan Siswa di Bogor Diduga Keracunan Makanan, Pemkot dan Badan Gizi Nasional Lakukan Penyelidikan

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota Bogor bersama Badan Gizi Nasional tengah menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di sejumlah sekolah.

Insiden yang terjadi pada Rabu, 7 Mei 2025 ini diduga berkaitan dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah.

Wali Kota Bogor, Dedi Arrahim, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal jalannya investigasi untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri apakah sumber keracunan berasal dari menu MBG atau dari faktor lainnya.

Penjelasan ini ia sampaikan saat mengunjungi para siswa yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Baca Juga: DESTINASI PULAU UNTUNG JAWA: Bukan Sekadar Pulau, Tapi Arena Pertarungan Para Pemancing Ulung!

Sebagai bagian dari langkah investigatif, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap 13 sekolah yang diduga terkait dengan kasus ini.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama puskesmas setempat dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit guna mendapatkan gambaran menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Hindayana, mengatakan bahwa pihaknya akan memperketat standar operasional prosedur dalam pelaksanaan program makanan gratis ini.

Pengetatan akan dilakukan mulai dari proses pemilihan bahan baku, cara memasak, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah.

Baca Juga: SAMPAH BERUBAH RUPIAH DAN SETRUM: Tangsel Gebrak Krisis Limbah Jadi Listrik PLTSa Cipeucang!

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin keamanan pangan bagi anak-anak yang menjadi sasaran program.

Sebelumnya, sebanyak 171 siswa dan guru dari enam sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan bergizi yang dibagikan melalui program MBG.

Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama.

Baca Juga: Cuti Mei 2025 Makin Asyik! Rekomendasi 10 Destinasi Liburan Keluarga Hemat yang Bikin Kenangan Manis!

Sebagian besar korban kini telah dipulangkan setelah mendapat perawatan, namun beberapa masih menjalani pengobatan lebih lanjut di rumah sakit.

Pemerintah Kota Bogor mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa, agar tetap tenang sembari menunggu hasil penyelidikan resmi yang tengah berlangsung.

Kejadian ini menjadi ujian serius bagi keberlanjutan program MBG yang sejatinya ditujukan untuk memperbaiki gizi anak sekolah.

Pemerintah pun berjanji akan bertindak tegas dan terbuka agar kepercayaan publik terhadap program ini tetap terjaga.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.