Terungkap, 6 Pelaku Joki UTBK SNBT di Unhas Makassar Akhirnya Diamankan Polisi, Modus Jadi Peserta Ujian

AKURAT BANTEN - Dunia pendidikan kembali tercoreng. Sebanyak enam orang joki ujian tertangkap basah saat berusaha menyusup dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025 di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa praktik curang dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi masih menjadi ancaman serius.
Keenam pelaku diketahui menggunakan berbagai modus canggih, mulai dari pemalsuan identitas hingga pemanfaatan alat komunikasi tersembunyi.
Mereka menyamar sebagai peserta asli dengan tujuan menggantikan posisi calon mahasiswa yang membayar jasa mereka.
Baca Juga: Konten Kreator Merapat! Video Competition 2025, Sinar Mas Land Sediakan Ratusan Juta
Petugas keamanan mencium gelagat mencurigakan ketika ada perbedaan signifikan antara wajah peserta dan data identitas yang terdaftar.
Kecurigaan ini berujung pada penyelidikan mendalam yang akhirnya mengungkap jaringan joki profesional.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menyatakan pihaknya tidak akan mentolerir bentuk kecurangan apa pun dalam proses seleksi mahasiswa baru.
“Kami akan menindak tegas. Bila pelakunya berasal dari civitas akademika Unhas, sanksi akademik hingga pemecatan menanti. Kami tidak akan main-main,” tegasnya.
Tak hanya itu, Unhas kini memperkuat sistem keamanan UTBK, bekerja sama dengan pihak kepolisian, serta meningkatkan pengawasan di seluruh titik lokasi ujian.
Sebagai langkah preventif, Unhas mulai menerapkan teknologi deteksi perangkat komunikasi ilegal, memperketat verifikasi identitas, dan memberikan pelatihan khusus bagi pengawas ujian untuk mendeteksi tanda-tanda kecurangan.
Pihak kampus juga menghimbau kepada calon peserta UTBK agar tidak tergoda menggunakan jasa joki. Selain melanggar hukum, tindakan ini dapat mencoreng masa depan akademik mereka.
Kasus ini membuka mata publik bahwa integritas dalam dunia pendidikan harus dijaga bersama. Seleksi nasional bukan sekadar kompetisi nilai, tetapi ujian kejujuran dan karakter.
Baca Juga: Perang Pecah! India Luncurkan Rudal ke Pakistan, Sebabkan Delapan Korban Jiwa
Masyarakat, terutama orang tua dan calon mahasiswa, diminta untuk tidak mencari jalan pintas. Proses masuk perguruan tinggi seharusnya dijalani dengan usaha sendiri sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan yang bersih dan beretika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti




