Banten

Pelajaran Berharga dari Mat Solar: 9 Faktor Risiko Stroke yang Wajib Anda Waspadai!

Saeful Anwar | 19 Maret 2025, 04:40 WIB
Pelajaran Berharga dari Mat Solar: 9 Faktor Risiko Stroke yang Wajib Anda Waspadai!

 

AKURAT BANTEN-Siapa yang tak kenal Mat Solar? Aktor legendaris yang sukses memerankan Bajuri dalam sinetron Bajaj Bajuri yang telah berjuang melawan stroke, hingga akhirnya meninggal dunia, Senin 17/3/2025.

Kisahnya menjadi pengingat bagi kita semua betapa berbahayanya penyakit yang satu ini.

Stroke, penyakit yang menyerang otak, masih menjadi momok menakutkan bagi banyak orang.

Baca Juga: Kini Tak Perlu Kerja Berat! Ini 9 Penghasil Saldo Dana Gratis Dapat Ratusan Ribu Sehari, Begini Caranya

Penyakit ini terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Akibatnya, sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Belajar dari pengalaman Mat Solar, mari kita kenali 9 faktor risiko stroke yang perlu diwaspadai:

Baca Juga: Kepergian Sang Legenda: Mat Solar Tutup Usia, Rieke Diah Pitaloka Berduka Penuh Air Mata

1. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi):

Ini adalah penyebab utama stroke. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di otak, membuatnya lebih rentan pecah atau tersumbat.

 2. Kebiasaan Merokok:

Nikotin dalam rokok meningkatkan tekanan darah dan membuat darah lebih kental, meningkatkan risiko pembekuan darah. Asap rokok juga merusak pembuluh darah.

 Baca Juga: Banjir di Tangerang, Seorang Wanita Hanyut di Dalam Mobil1

3. Penyakit Jantung:

Penyakit jantung seperti fibrilasi atrium, penyakit katup jantung, dan gagal jantung meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah di otak.

 4. Faktor Genetik (Keturunan):

Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami stroke, risiko Anda juga meningkat.

5. Obesitas (Kelebihan Berat Badan):

Obesitas meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, yang semuanya merupakan faktor risiko stroke.

Baca Juga: Perlintasan Kereta Api Kp Pasir Pulo Tanpa Palang Pintu, Mobil BRV Jadi Korban Terseret Sejauh 30 Meter

6. Kolesterol Tinggi:

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah, menyempitkan aliran darah ke otak.

7. Diabetes:

Diabetes merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi dan obesitas, sehingga meningkatkan risiko stroke.

8. Usia:

Risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah 55 tahun.

Baca Juga: Warga Ruko Green Lake City Tangerang Gelar Aksi Penolakan Parkir Berbayar

9. Jenis Kelamin:

Pria memiliki risiko stroke yang lebih tinggi daripada wanita, terutama pada usia yang lebih muda. Namun, risiko stroke pada wanita meningkat setelah menopause.

Pencegahan adalah Kunci Utama

Meskipun stroke adalah penyakit yang serius, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko Anda. Berikut beberapa tips pencegahan:

 •Terapkan Gaya Hidup Sehat: Konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan hindari merokok.

 •Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol: Lakukan pemeriksaan rutin dan ikuti anjuran dokter.

 •Kelola Diabetes: Jika Anda memiliki diabetes, kontrol kadar gula darah Anda dengan baik.

Baca Juga: Prabowo Percepat Pengangkatan CASN: CPNS Juni 2025, PPPK Oktober 2025

 Kenali Gejala Stroke (SEGERA):

   •Senyum: Wajah tiba-tiba terlihat miring sebelah.

   •Gerak: Lengan atau kaki tiba-tiba lemah atau lumpuh.

   •Enggan bicara: Bicara menjadi tidak jelas atau pelo.

   •Raba: mengalami mati rasa pada salah satu sisi tubuh.

   •Awas: Segera telepon rumah sakit jika mengalami gejala di atas.

Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala stroke. Semakin cepat penanganan, semakin besar peluang pemulihan.

Baca Juga: THR Ojol 20%, Ini Syarat Lengkap Driver Gojek dan Grab untuk Dapat Bonus Lebaran

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kesadaran kita semua akan bahaya stroke.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesehatan dan cara mencegah penyakit, anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan terpercaya.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan untuk mengetahui kondisi tubuh kita (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman